JAKARTA,- Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin, menyoroti sulitnya akses bahan bakar minyak (BBM) subsidi bagi petani untuk mengoperasikan alat dan mesin pertanian (alsintan). Keluhan tersebut disampaikan para petani saat pertemuan bersama Usman dalam agenda penyerahan bantuan alsintan.
Menurut Usman, para petani mengaku telah memenuhi seluruh persyaratan, termasuk mengantongi surat rekomendasi dari dinas terkait dan barcode pembelian BBM subsidi. Namun, mereka masih kesulitan memperoleh BBM di lapangan.
“Kalau petani yang sudah memenuhi syarat tetap tidak bisa mendapatkan BBM subsidi, lalu apa fungsi barcode jika mereka yang berhak justru tidak terlayani,” kata Usman, Selasa (4/8/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah dan PT Pertamina (Persero), karena BBM merupakan kebutuhan utama untuk mengoperasikan traktor, pompa air, dan berbagai alsintan lainnya. Akibat sulit memperoleh BBM subsidi, banyak petani terpaksa membeli BBM nonsubsidi dengan harga lebih mahal sehingga biaya produksi meningkat dan pendapatan mereka berkurang.
Usman mendesak pemerintah dan Pertamina segera mengevaluasi mekanisme penyaluran BBM subsidi agar lebih mudah diakses petani yang berhak. Ia juga meminta Pertamina membuka informasi mengenai kuota BBM subsidi untuk sektor pertanian di setiap kabupaten di Nusa Tenggara Timur agar masyarakat mengetahui apakah kendala terjadi karena keterbatasan kuota atau persoalan distribusi.
Menurut Usman, program bantuan alsintan yang terus didorong pemerintah tidak akan berjalan optimal apabila kebutuhan dasar berupa BBM subsidi masih sulit diperoleh. Karena itu, ia berharap persoalan tersebut segera diselesaikan demi menjaga produktivitas pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.***









