Dari Komisi III ke Komisi X: Rekam Jejak Stevano Rizki Adranacus dalam Mengawal Kepentingan Rakyat NTT

Kamis, 23 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Stevano Rizki Adranacus

Stevano Rizki Adranacus

CMB NEWS,– Di tengah hadirnya generasi baru pemimpin nasional, nama Stevano Rizki Adranacus, B.Sc., MBA. menjadi salah satu figur muda yang menarik perhatian di DPR RI. Terpilih sebagai Anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Fraksi PDI Perjuangan mewakili Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur II, Stevano hadir dengan latar belakang yang berbeda. Sebelum memasuki dunia politik, ia lebih dahulu membangun karier sebagai profesional dan pengusaha di berbagai sektor strategis, mulai dari pertambangan, properti, perhotelan hingga pariwisata.

Lahir pada 29 Agustus 1994, Stevano merupakan putra bungsu politisi senior asal NTT, Herman Hery. Namun, perjalanan kariernya menunjukkan bahwa ia tidak hanya bertumpu pada nama besar keluarga. Pendidikan di luar negeri hingga meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari Pepperdine University, Amerika Serikat, menjadi fondasi penting dalam membentuk perspektif kepemimpinannya. Pengalaman profesionalnya sebagai Manager of Operations di United Security Investors di Beverly Hills, California, semakin memperkaya pengalaman manajerial sebelum kembali ke Indonesia.

Di dunia usaha, Stevano dipercaya memimpin sejumlah perusahaan nasional. Ia pernah menjabat sebagai Presiden Direktur maupun Komisaris Utama PT Adhi Kartiko Pratama Tbk, perusahaan tambang nikel yang berhasil melaksanakan penawaran saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada awal 2024. Selain itu, ia juga mengemban tanggung jawab di berbagai perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi mineral, properti, serta manajemen perhotelan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kesempatan memasuki parlemen hadir setelah Ansy Lema mengundurkan diri sebagai anggota DPR RI untuk mengikuti kontestasi Pilkada NTT. Berdasarkan ketentuan perundang-undangan, kursi tersebut kemudian ditempati oleh Stevano sebagai peraih suara terbanyak berikutnya dari PDI Perjuangan di Dapil NTT II dengan perolehan 46.673 suara. Sejak dilantik, ia dipercaya bertugas di Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, hak asasi manusia, dan keamanan sebelum kemudian mendapatkan penugasan baru di Komisi X yang membidangi pendidikan, olahraga, dan kebudayaan.

Selama berada di Komisi III, perhatian Stevano banyak tertuju pada isu-isu penegakan hukum. Ia beberapa kali menyampaikan pandangan mengenai pentingnya transparansi dalam penanganan berbagai persoalan hukum, termasuk mendorong keterbukaan dalam penanganan kasus PTDH Ipda Rudy Soik di NTT. Dalam berbagai rapat kerja, ia juga menekankan agar kebijakan efisiensi anggaran pemerintah tidak mengurangi kualitas pelayanan dan penegakan hukum yang langsung dirasakan masyarakat. Pada saat yang sama, ia aktif memperjuangkan pembangunan di daerah melalui dukungan terhadap pengembangan Kawasan Strategis Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao serta mendorong berbagai program sosial di daerah pemilihannya.

Di luar tugas komisi, Stevano juga terlibat dalam Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI yang berperan membangun hubungan diplomasi dengan parlemen negara-negara sahabat. Keterlibatan tersebut memperluas ruang pengabdiannya, tidak hanya dalam isu domestik tetapi juga kerja sama internasional.

Rotasi penugasan ke Komisi X menjadi babak baru dalam perjalanan politiknya. Fokus perjuangan kemudian bergeser pada sektor pendidikan. Dalam waktu relatif singkat, ia mengawal penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) kepada ribuan pelajar di berbagai wilayah Nusa Tenggara Timur, termasuk Kabupaten Rote Ndao, Timor Tengah Utara, dan Timor Tengah Selatan. Program tersebut tidak hanya menyasar sekolah-sekolah di pusat kota, tetapi juga menjangkau wilayah pelosok yang selama ini menghadapi keterbatasan akses layanan pendidikan.

Perhatian terhadap pendidikan inklusif juga menjadi salah satu ciri pendekatan yang dibangun. Bantuan pendidikan disalurkan kepada siswa penyandang disabilitas di SLBN Lobalain, Rote Ndao, sebagai bagian dari upaya memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang sama tanpa memandang kondisi fisik maupun latar belakang ekonomi. Untuk mempermudah masyarakat memperoleh akses terhadap program pemerintah, tim Rumah Aspirasi bersama relawan turut melakukan pelayanan langsung dari rumah ke rumah, membantu proses administrasi yang sering kali menjadi kendala bagi masyarakat di wilayah terpencil.

Di sisi lain, perhatian terhadap pendidikan tidak berhenti pada bantuan biaya bagi siswa. Stevano juga mendorong revitalisasi sarana dan prasarana sekolah agar peningkatan kualitas pendidikan berjalan seiring dengan tersedianya fasilitas belajar yang lebih layak. Pendekatan tersebut mencerminkan pandangan bahwa pembangunan sumber daya manusia memerlukan dukungan yang menyeluruh, baik dari sisi peserta didik maupun lingkungan belajarnya.

Rekam jejak Stevano Rizki Adranacus memperlihatkan perjalanan yang menghubungkan pengalaman profesional dengan pengabdian di dunia politik. Dari ruang rapat perusahaan hingga ruang sidang parlemen, ia membawa perspektif manajemen dan pembangunan ke dalam fungsi legislasi, pengawasan, serta representasi masyarakat. Perpindahan dari Komisi III ke Komisi X juga menunjukkan kemampuan beradaptasi terhadap dinamika tugas parlemen dengan tetap berupaya menjawab kebutuhan masyarakat di daerah pemilihannya.

Bagi generasi muda, perjalanan tersebut menghadirkan sejumlah pelajaran. Pendidikan yang baik dapat menjadi bekal untuk memimpin, pengalaman profesional dapat menjadi modal dalam mengambil kebijakan publik, dan jaringan yang dimiliki akan memiliki nilai ketika digunakan untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Pada akhirnya, keberhasilan seorang legislator tidak hanya diukur dari posisi yang diduduki, tetapi juga dari konsistensi dalam menerjemahkan amanah rakyat menjadi program yang memberi dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pihak Bildad Thonak Minta Polda NTT Lanjutkan Proses Hukum dan Semua Fakta Harus Diuji
Stevano dan Perjuangan Menjaga Mimpi Anak-Anak Sumba Timur
Polemik Kepengurusan Swasti Sari, Pengurus Tegaskan Mekanisme UKK
Estafet Kepemimpinan HIMARASI Berlanjut, Pesan Ary Buraen Dibawa Spirit “Im Tabua Tafena Amarasi”
BPJN NTT Sukses Tangani Proyek Sabuk Merah di Ujung Negeri, Jalan yang Membawa Harapan
KKJ NTT dan AJI Kupang Bersuara: Bildad Tonak Diantara Pemberitaan dan Penghakiman
Dugaan Muskot Ilegal Guncang PBVSI Kota Kupang, Empat Orang Dilaporkan ke Polisi
Menyalakan Asa dari Wilayah 3T, KADIN NTT Tuai Apresiasi Presiden

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 02:25

Pihak Bildad Thonak Minta Polda NTT Lanjutkan Proses Hukum dan Semua Fakta Harus Diuji

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:35

Stevano dan Perjuangan Menjaga Mimpi Anak-Anak Sumba Timur

Selasa, 11 Agustus 2026 - 00:28

Polemik Kepengurusan Swasti Sari, Pengurus Tegaskan Mekanisme UKK

Minggu, 9 Agustus 2026 - 03:30

Estafet Kepemimpinan HIMARASI Berlanjut, Pesan Ary Buraen Dibawa Spirit “Im Tabua Tafena Amarasi”

Minggu, 9 Agustus 2026 - 02:24

BPJN NTT Sukses Tangani Proyek Sabuk Merah di Ujung Negeri, Jalan yang Membawa Harapan

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.