KUPANG,- Dalam sebuah rapat strategis bersama seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan pesan tegas: pembangunan tidak boleh berhenti di tengah jalan.
Di hadapan para kepala OPD, ia menyoroti sejumlah proyek yang hingga kini belum tuntas atau belum memberikan dampak optimal bagi masyarakat. Baginya, setiap program yang telah menghabiskan anggaran negara harus dipastikan memberi manfaat nyata, bukan sekadar menjadi catatan administrasi.
Momentum rapat tersebut menjadi titik balik. Gubernur Melki Laka Lena meminta seluruh perangkat daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek-proyek lama, termasuk yang dimulai pada masa kepemimpinan gubernur sebelumnya. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan, bukan sekadar memulai program baru tanpa menyelesaikan yang lama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya minta semua OPD untuk cek kembali program yang sedang berjalan, maupun yang sudah ada sebelumnya. Kita evaluasi bersama setiap proyek yang mangkrak atau tidak diurus, lalu kita putar kembali agar bisa memberi manfaat,” tegasnya dalam rapat pimpinan OPD, 25 Maret 2025.
Menurutnya, proyek yang terbengkalai bukan hanya soal kerugian anggaran, tetapi juga hilangnya peluang ekonomi bagi masyarakat. Infrastruktur yang tidak dimanfaatkan, kata dia, sama saja dengan potensi yang terkunci dan tidak memberi nilai tambah bagi daerah.
Karena itu, ia mendorong pendekatan baru dalam penyelesaian proyek, termasuk membuka peluang kerja sama dengan pihak luar. Kolaborasi dinilai menjadi kunci untuk menghidupkan kembali proyek-proyek yang stagnan, sekaligus mempercepat pemanfaatannya bagi publik.
Dengan langkah evaluasi dan kolaborasi ini, Pemerintah Provinsi NTT berharap proyek-proyek yang sempat terhenti dapat kembali bergerak. Lebih dari itu, kebijakan ini diharapkan menjadi fondasi untuk memastikan setiap pembangunan benar-benar berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.**









