Di Balik Tuduhan Mafia Sapi, Ada Kerja Panjang Seorang Pengusaha Muda Riko Nitti 

Selasa, 10 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rico Nitti, Owner Rijanni Farm

Rico Nitti, Owner Rijanni Farm

KUPANG,- Di era media sosial, sebuah tuduhan bisa melesat lebih cepat dari klarifikasi. Satu konten, satu narasi, satu potongan kalimat dapat berubah menjadi persepsi publik yang seolah-olah adalah fakta.

Belakangan ini, nama Riko Yusanto Nitti, pemilik CV Rijanni, ikut terseret dalam sebuah konten di akun TikTok Lika Liku NTT yang menyebut dirinya sebagai bagian dari “mafia sapi” di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Bahkan, narasi tersebut mencoba mengaitkan aktivitas bisnisnya dengan kedekatan personal dengan Bupati TTU.

Bagi sebagian orang, mungkin narasi seperti itu terasa sensasional. Namun bagi Riko Nitti dan orang-orang yang mengenalnya, tuduhan itu terasa janggal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Riko bukanlah sosok yang tiba-tiba muncul dalam dunia usaha. Ia adalah putra Kabupaten Kupang yang sejak lama menekuni dunia bisnis secara mandiri. Usahanya tidak lahir dari ruang kekuasaan, tetapi dari proses panjang membangun jaringan usaha, kepercayaan mitra, serta keberanian mengambil risiko sebagai pengusaha muda.

Melalui CV Rijanni, berbagai kegiatan usaha dijalankan secara profesional. Dalam dunia bisnis, terutama yang berkaitan dengan sektor peternakan dan perdagangan, hubungan kerja dengan banyak pihak adalah hal yang lumrah. Namun hubungan profesional tidak serta-merta dapat diterjemahkan sebagai kedekatan personal dengan kekuasaan.

Di sinilah problem narasi media sosial sering muncul. Kompleksitas dunia usaha kerap disederhanakan menjadi cerita yang dramatis: seolah-olah setiap keberhasilan pasti ditopang oleh kekuatan politik.

Padahal kenyataannya tidak selalu demikian. Banyak pengusaha muda di Nusa Tenggara Timur, termasuk Riko Nitti, sedang berupaya membangun usaha di tengah berbagai keterbatasan daerah: akses modal yang terbatas, jaringan distribusi yang tidak mudah, serta pasar yang tidak selalu stabil. Menjalankan bisnis dalam situasi seperti itu membutuhkan kerja keras, konsistensi, dan reputasi yang dijaga dengan baik.

Mereka bekerja tidak selalu terlihat. Tidak selalu viral. Karena itu, ketika sebuah tuduhan muncul tanpa dasar yang jelas, dampaknya bukan hanya pada reputasi seseorang, tetapi juga pada iklim usaha yang sedang tumbuh di daerah. Pengusaha muda yang mencoba berkembang bisa saja menjadi ragu, karena keberhasilan mereka dengan mudah dicurigai sebagai hasil dari kedekatan kekuasaan.

Padahal membangun ekonomi daerah justru membutuhkan lebih banyak orang yang berani berusaha.

Riko Nitti sendiri dikenal oleh rekan-rekan bisnisnya sebagai sosok yang fokus pada pengembangan usaha. Ia menjalankan bisnisnya melalui mekanisme profesional dan terbuka terhadap kerja sama dengan berbagai pihak.

Di tengah derasnya arus informasi digital, publik tentu berhak mendapatkan informasi yang benar dan berimbang. Kritik adalah bagian penting dalam demokrasi, tetapi kritik yang sehat tetap membutuhkan dasar fakta, bukan sekadar asumsi atau narasi yang mudah viral.

Pada akhirnya, waktu biasanya menjadi hakim yang paling jujur. Kerja nyata dan integritas akan berbicara lebih panjang dibandingkan tuduhan yang datang dan pergi di linimasa media sosial.

Dan bagi banyak orang yang mengenal Riko Nitti, kisahnya tetap sederhana: seorang anak daerah yang mencoba membangun usaha dengan caranya sendiri. Bukan menumpang kekuasaan, tetapi bertahan melalui kerja.**

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Agustinus Tae dan Kuasa Hukum Serahkan Bukti ke Polisi soal Muskot PBVSI Kota Kupang
Mesin Perahu dari Usman Husin Jadi Jawaban Aspirasi Nelayan Sumba Timur
Usman Husin Temui Bupati Sumba Timur, Dorong Penguatan Pertanian dan Serahkan Bantuan Alsintan
UDN dan Jurnalis Bangun Ruang Belajar Bersama, Dari Kualitas Berita hingga Isu Kelompok Rentan
Bupati Falen Kebo Apresiasi Blue Ocean Salt, Investasi Pantura TTU Masuk Tahap Pelaksanaan
Dukungan Penuh Daniel Taimenas Perluas Akses KUR Bank NTT bagi UMKM
Soal Keberatan Tiga Anggota DPRD TTU, Egiardus Bana Desak BK Berpedoman pada UU 30/2014
Silaturahmi Bawaslu dan PKB Kabupaten Kupang, Sinergi Menuju Tahapan Pemilu

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:12

Agustinus Tae dan Kuasa Hukum Serahkan Bukti ke Polisi soal Muskot PBVSI Kota Kupang

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:03

Mesin Perahu dari Usman Husin Jadi Jawaban Aspirasi Nelayan Sumba Timur

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:53

Usman Husin Temui Bupati Sumba Timur, Dorong Penguatan Pertanian dan Serahkan Bantuan Alsintan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:40

UDN dan Jurnalis Bangun Ruang Belajar Bersama, Dari Kualitas Berita hingga Isu Kelompok Rentan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:37

Bupati Falen Kebo Apresiasi Blue Ocean Salt, Investasi Pantura TTU Masuk Tahap Pelaksanaan

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.