Dua Serigala Penjaga Hukum di Tengah Badai Koruptor: Sherly Manutede dan Yupiter Selan

Jumat, 13 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kupang Shirley Manutede dan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang, Yupiter Selan.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kupang Shirley Manutede dan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang, Yupiter Selan.

Kupang,- Di dalam hutan penegakan hukum, ada dua sosok yang berdiri tegak, seperti dua serigala penjaga yang tidak pernah tidur. Keduanya adalah Sherly Manutede dan Yupiter Selan, dua nama yang menjadi simbol keberanian dan ketegasan dalam menghadapi kejahatan.

Shirley Manutede merupakan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kupang, sedangkan Yupiter Selan merupakan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang. Sejak menjabat banyak kasus korupsi dituntaskan tanpa pandang bulu.

Kedua kader Korps Adhyaksa ini bergerak dengan insting hukum yang kuat, memburu kejahatan yang bersembunyi di balik kekuasaan, uang, dan manipulasi prosedur. Mereka tidak menggonggong tanpa arah, setiap langkah didasarkan pada berkas, bukti, dan konstruksi hukum.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sherly Manutede dan Yupiter Selan bekerja di medan yang tidak ramah. Tekanan politik, bisikan kepentingan, hingga opini publik yang kerap bias adalah badai yang harus dihadapi setiap hari. Namun justru di situlah karakter diuji, apakah penegak hukum memilih aman, atau memilih benar.

Dalam banyak perkara, keberanian adalah mata uang termahal. Keberanian sering disalahartikan sebagai keras, arogan, atau kontroversial. Padahal, sejarah penegakan hukum selalu mencatat satu hal: keadilan tidak pernah lahir dari keragu-raguan.

Sherly Manutede dan Yupiter Selan telah merepresentasikan dengan baik wajah kejaksaan yang tidak ingin menjadi penonton. Bagi mereka, kejaksaan harus jadi rumah dan hadir sebagai simbol bahwa hukum masih memiliki gigi, bahwa negara tidak sepenuhnya kalah oleh kejahatan yang terorganisir dan berlapis kepentingan.

Opini publik boleh beragam. Kritik adalah keniscayaan. Namun selama yang mereka kejar adalah kejahatan, bukan popularitas; kebenaran, bukan kompromi; maka keberadaan “dua serigala” ini justru menjadi harapan.

Karena dalam hutan penegakan hukum, yang paling berbahaya bukanlah serigala, melainkan kejahatan yang dibiarkan hidup tanpa perlawanan. Yupiter Selan dan Sherly Manutede telah membuktikan bahwa mereka tidak akan membiarkan kejahatan itu menang.

Dengan keberanian dan ketegasan, Shirley Manutede dan Yupiter Selan terus memburu kejahatan, membuktikan bahwa hukum masih memiliki kekuatan untuk melindungi masyarakat dan menjaga keadilan.**

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Agustinus Tae dan Kuasa Hukum Serahkan Bukti ke Polisi soal Muskot PBVSI Kota Kupang
Mesin Perahu dari Usman Husin Jadi Jawaban Aspirasi Nelayan Sumba Timur
Usman Husin Temui Bupati Sumba Timur, Dorong Penguatan Pertanian dan Serahkan Bantuan Alsintan
UDN dan Jurnalis Bangun Ruang Belajar Bersama, Dari Kualitas Berita hingga Isu Kelompok Rentan
Bupati Falen Kebo Apresiasi Blue Ocean Salt, Investasi Pantura TTU Masuk Tahap Pelaksanaan
Dukungan Penuh Daniel Taimenas Perluas Akses KUR Bank NTT bagi UMKM
Soal Keberatan Tiga Anggota DPRD TTU, Egiardus Bana Desak BK Berpedoman pada UU 30/2014
Silaturahmi Bawaslu dan PKB Kabupaten Kupang, Sinergi Menuju Tahapan Pemilu

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:12

Agustinus Tae dan Kuasa Hukum Serahkan Bukti ke Polisi soal Muskot PBVSI Kota Kupang

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:03

Mesin Perahu dari Usman Husin Jadi Jawaban Aspirasi Nelayan Sumba Timur

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:53

Usman Husin Temui Bupati Sumba Timur, Dorong Penguatan Pertanian dan Serahkan Bantuan Alsintan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:40

UDN dan Jurnalis Bangun Ruang Belajar Bersama, Dari Kualitas Berita hingga Isu Kelompok Rentan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:37

Bupati Falen Kebo Apresiasi Blue Ocean Salt, Investasi Pantura TTU Masuk Tahap Pelaksanaan

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.