Estafet pengabdian di tanah pendidikan Kabupaten Kupang

Senin, 18 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sebagian dari keseluruhan; Yerfelius Bani

sebagian dari keseluruhan; Yerfelius Bani

 

Di bentangan wilayah Kabupaten Kupang yang berbukit, lembah, dan sungai mengular dari Kecamatan Amfoang Timur hingga Amarasi Timur dan Amarasi Selatan, seorang Pengawas Pembina Guru, Yerfelius Bani, menempuh perjalanan dari satu sekolah ke sekolah lainnya. Perjalanan itu bukan sekadar agenda administratif, melainkan bagian dari upaya mewujudkan program Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga: menyaksikan dan mengawal serah terima tugas serta jabatan kepala sekolah. Ada yang menerima mandat secara definitif, ada pula yang menjalankan amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt). Namun di balik semua itu, terdapat harapan besar tentang kesinambungan pelayanan pendidikan bagi anak-anak di pelosok daerah.

Rangkaian serah terima itu dimulai pada 24 Februari 2026 di Kantor Camat Amfoang Timur untuk dua sekolah, yakni: UPTD SD Negeri Tataum dan UPTD SD Negeri Netemnanu. Tiga hari kemudian, pada 27 Februari 2026, kegiatan serah terima kembali dilaksanakan di SMP Negeri 1 Amarasi Timur untuk beberapa satuan pendidikan: UPTD SD Negeri Rabe, UPTD  SD Negeri Fautfuaf, UPTD SD Negeri Bimous, UPTD SD Negeri Oemoro, serta UPTD SMP Negeri 1 Amarasi Timur. Perjalanan pelayanan itu berlanjut lagi pada 15 April 2026 di SD GMIT Koro’oto, Kecamatan Amarasi Selatan. Pada tanggal 16 April 2026, ketika embun belum menyentuh tanah, langkah diarahkan menuju  Amfoang Timur untuk tugas di UPTD SD Negeri Nunuanah. Sebulan kemudian, arah perjalanan berbalik lagi ke Amfoang Timur untuk: UPTD SD Negeri Leomanu dan UPTD SMP Negeri  2 Satap Amfoang Timur, yakni pada tanggal 8 Mei 2026. Kembali dari Amfoang Timur, melanjutkan tugas ke SMP Negeri 1 Amarasi Selatan pada 13 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam setiap kesempatan, Pengawas Pembina Guru itu tidak hadir hanya sebagai saksi seremonial. Ia berdiri sebagai wakil Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, membawa pesan-pesan penting dari Kepala Dinas kepada para kepala sekolah dan guru. Pesan pertama yang selalu ditegaskan ialah bahwa serah terima jabatan memang merupakan hal biasa dalam dunia birokrasi, termasuk dalam jabatan kepala sekolah. Namun, acara itu tidak boleh dipandang sebagai sesuatu yang biasa-biasa saja. Di dalamnya ada tanggung jawab moral dan sosial: tanggung jawab kepada murid dan siswa, kepada sesama guru, kepada orang tua, dan lebih jauh lagi sebagai orang beriman, tanggung jawab kepada Tuhan.

Pesan berikutnya menyentuh semangat kepemimpinan yang rendah hati. Kepala sekolah diingatkan agar bekerja bersama para guru, bukan berjalan sendiri dengan sikap arogan. Komunikasi yang intens dengan sesama guru, dengan orang tua melalui Komite Sekolah, serta keramahan terhadap murid menjadi dasar penting dalam membangun iklim pendidikan yang sehat. Sekolah bukan hanya tempat belajar membaca dan berhitung, melainkan ruang pembentukan karakter dan kemanusiaan.

Selain itu, dalam aspek manajemen kepegawaian dan kesiswaan, para kepala sekolah juga diingatkan bahwa dunia pendidikan kini berada dalam arus digitalisasi. Walaupun masih ada keterbatasan fasilitas dan kendala jaringan di berbagai wilayah, segala sarana yang tersedia harus dimanfaatkan secara maksimal demi kemajuan sekolah. Guru, murid, administrasi, dan pelayanan pendidikan perlu bergerak mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan semangat pengabdian. Dan di atas semuanya itu, komunikasi dengan pihak Dinas harus terus dijaga agar pelayanan pendidikan berjalan searah dengan visi pemerintah daerah.

Begitulah, dari sekolah-sekolah di kaki bukit, bentaran sungai hingga wilayah-wilayah yang jauh dari pusat kota, perjalanan seorang pengawas pendidikan menjadi lebih dari sekadar tugas kedinasan. Ia menjadi jejak pengabdian: memastikan bahwa pergantian jabatan kepala sekolah bukan hanya perpindahan kursi birokrasi, melainkan estafet tanggung jawab untuk menjaga masa depan anak-anak Kabupaten Kupang.

 

Heronimus Bani ~ Pemulung Aksara
Mengacu pada Catatan Yerfelius Bani

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Drama Gol dan Semangat Juang Membara di LPI 2026 zona Amfoang Raya
Roh Kudus turun ketika bumi luka
Liga Pelajar Indonesia 2026 zona Amfo’ang Raya bergulir di SMA Negeri 2 Amfo’ang Timur
Kebangkitan Nasional di Tengah Kegelisahan Bangsa
Guru dan Siswa Menyeberangi Sungai Demi Ujian Sekolah
Guru Bahasa dan Praktik Berbahasa
Sejarah Baru di UPTD SD Negeri Leomanu Amfoang Timur
Menginspirasi dengan buku

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 01:16

Roh Kudus turun ketika bumi luka

Jumat, 22 Mei 2026 - 05:56

Liga Pelajar Indonesia 2026 zona Amfo’ang Raya bergulir di SMA Negeri 2 Amfo’ang Timur

Rabu, 20 Mei 2026 - 00:32

Kebangkitan Nasional di Tengah Kegelisahan Bangsa

Selasa, 19 Mei 2026 - 00:43

Guru dan Siswa Menyeberangi Sungai Demi Ujian Sekolah

Senin, 18 Mei 2026 - 23:24

Guru Bahasa dan Praktik Berbahasa

Berita Terbaru

Ritual di bawah pohon beringin; foto: Arnichus Loit

Budaya

Asal-Usul dan Makna Filosofis nama Desa Nunuanah

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:22

Konten tidak bisa disalin.