IKIF Minta DPRD Kabupaten Kupang Tuntaskan Persoalan PIP di Fatuleu

Selasa, 10 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asten Bait

Asten Bait

Kupang,- Ketua Umum Ikatan Kaum Intelektual Fatuleu (IKIF), Asten Bait meminta DPRD Kabupaten Kupang tidak menutup mata dengan persoalan Program Indonesia Pintar (PIP) di Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang.

Asten Bait menyatakan bahwa dirinya secara pribadi kecewa dengan tindakan DPRD Kabupaten Kupang yang seolah-olah membiarkan anak SMP di Fatuleu yang kehilangan haknya.

Menurutnya, DPRD Kabupaten Kupang harus berperan penting menyuarakan suara masyarakat kecil yang telah mencari keadilan untuk mendapatkan haknya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Persoalan yang terjadi di Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang, bukanlah persoalan biasa, karena itu menyangkut hak warga yang dinilai kurang mampu untuk mendukung pendidikan di kabupaten, bahkan Indonesia,” ujarnya, Selasa (10/2/2026).

Asten Bait menyatakan bahwa DPRD Kabupaten Kupang tidak punya nurani dengan membiarkan hak orang kecil dirampas oleh pihak lainnya. Hal tersebut telah mencuat di publik, namun tak ada tindakan dari DPRD untuk menyelesaikan persoalan ini.

Beberapa waktu lalu, ada anggota DPRD yang sempat menyampaikan pernyataan di media soal terkait persoalan ini, namun tak juga ada tindakan nyata untuk menyelesaikan,” ungkapnya.

Asten Bait meminta DPRD Kabupaten Kupang untuk segera memfasilitasi keluarga korban bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang dan juga pihak Bank BRI Oelamasi untuk menyelesaikan persoalan ini.

Menurutnya, persoalan ini jangan dilihat sepele, karena kita baru saja menemui peristiwa memilikan yang terjadi di Nusa Tenggara Timur yang dimana penyebabnya juga ada terkait pendidikan.

Asten Bait berharap agar DPRD Kabupaten Kupang dapat segera menyelesaikan persoalan ini dan memastikan bahwa hak anak SMP di Fatuleu dapat dipenuhi.

“Jangan sampai hal tersebut terjadi lagi di Kabupaten Kupang,” tegasnya.

Ia juga berharap agar Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang dan pihak Bank BRI Oelamasi dapat bekerja sama dengan DPRD untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Persoalan PIP di Fatuleu harus diselesaikan dengan cepat dan tepat, agar masyarakat dapat terus memantau perkembangan persoalan ini dan memastikan bahwa hak-hak mereka dapat dipenuhi,” tandasnya.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN
Polisi Kejar Pelaku Pembobolan Minimarket dan ATM BRI di Kabupaten Kupang
Proyek Bendung Oelnaimuti Amburadul, Pelaksana Kegiatan dan BWS NT II Disorot

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Jumat, 25 September 2026 - 03:41

Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang

Rabu, 23 September 2026 - 01:36

Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.