Injil masuk Kotaraja Kolana

Selasa, 12 Desember 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zet Sone

Zet Sone

Injil Masuk Kotaraja Kolana

Monumen Leri Yesus

Pada tahun 1908, Raja Mikha Makunimau yang pada waktu itu bernama Leri Mausina, dipanggil ke Makasar untuk mengikuti konferensi raja-raja Nusantara bagian Timur. Konferensi ini diadakan oleh Pemerintah Hindia Belanda. Hasil Konferensi tidak diketahui, namun Leri Mausina melakukan satu kegiatan keagamaan yaitu seluruh wilayah Lerian Taruamang harus beribadah kepada Tuhan pada setiap hari minggu.

Oleh karena itu masyarakat di Lerian Taruamang setiap minggu bergantian ke Kotaraja Kolana untuk beribadah. Jika minggu ini ayah, maka minggu berikutnya ibu dan anak-anak; anak-anak dan ayah, minggu yang lain anak-anak sendiri. Hal ini berlangsung sepanjang tahun 1908 – 1911. Masyarakat Lerian Taruamang mengenal gereja oleh karena Leri Mausina membawanya dari Makasar sesudah konferensi itu.

Pada tahun 1911, Gereja di Kotaraja Kolana diresmikan (terdaftar) sebagai bagian dari Indische Kerk (IK) yang berpusat di Batavia. Sejak saat itu, IK mengirim pelayan yang melayani jemaat/umat sambil mengajar pada sekolah yang dibangun oleh Gereja di Kotaraja Kolana. Sekolah Rakyat (SR) milik gereja telah ada pada tahun 1911.

Pelayanan gerejrjeawi oleh pelayan dari IK Batavia menggunakan Bahasa Melayu (Tinggi). Masyarakat/umat tidak seluruhnya memahami . Oleh karena itu beberapa orang yang memahami Bahasa Melayu menerjemahkan khotbah dan nyanyian dalam bahasa Wersing, bahasa persatuan 7 suku di Lerian Taruamang.  Penerjemahan khotbah biasanya dilakukan secara langsung. Pelayan berkhotbah di mimbar, penerjemah langsung menerjemahkan untuk jemaat/umat tanpa upaya menulis terjemahan itu. Sementara lagu-lagu dihafalkan.

Masa antara tahun 1911 – 1950-an pola pelayanan dengan terjemahan masih berlangsung. Seiring perkembangan dunia pendidikan dan introduksi bahasa nasional, maka terjemahan lisan dihentikan. Sejak itu bahasa Wersing mulai perlahan-lahan redup dalam perkembangan pelayanan di Lerian Taruamang terutama di Kotaraja Kolana.

Seorang penerjemah lisan, (alm) Paulus Mautuka menjadi guru injil pada masa itu. Ia mengajarkan pokok-pokok ajaran Kristen seperti: Doa Bapa Kami, Pengakuan Iman (12 Perkara Iman Masehi), 10 Hukum Taurat (Torah), Penciptan Dunia, Lima Kitab Musa, dan lain-lain. Paulus Mautuka belajar secara otodidak untuk dapat menjadi seorang guru injil tanpa pengutusan.

Injil telah 100 tahun sampai di Kotaraja Kolana dan menyebar di seluruh wilayah Lerian Taruamang. Wilayah Lerian Taruamang terbentang di antara bukit ~ lembah ~ pantai; dari Langkuru sampai Waisika dan dari Datola sampai Lembur.

Leri Yesus Sahabat Anak-anak Kotaraja Kolana

Injil akan terus berada di Kotaraja Kolana dan akan terus berkembang lebih baik setelah Bahasa Wersing yang lisan menjadi tulisan melalui langkah pertama Injil Markus yang diluncurkan pada 10 Desember 2017.

 

Sent by : Zet Sone

diolah kembali oleh: Heronimus Bani

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Stevano dan Perjuangan Menjaga Mimpi Anak-Anak Sumba Timur
Estafet Kepemimpinan HIMARASI Berlanjut, Pesan Ary Buraen Dibawa Spirit “Im Tabua Tafena Amarasi”
KKJ NTT dan AJI Kupang Bersuara: Bildad Tonak Diantara Pemberitaan dan Penghakiman
Anatomi Problematika Pendidikan Dasar di Indonesia
Di Antara Sawah dan Laut Ada Nama Usman Husin, Politik yang Menyapa dari Pintu Rumah Rakyat
Merawat Jiwa Bangsa di Panggung Kemerdekaan
Tak Sekadar Wakil Rakyat, Usman Husin Menjadi Jembatan Pendidikan bagi Generasi NTT
Ketika PLT Ikut Bertanding: Dugaan Pelanggaran Etika Organisasi dalam Musda Golkar Kabupaten Kupang

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:35

Stevano dan Perjuangan Menjaga Mimpi Anak-Anak Sumba Timur

Minggu, 9 Agustus 2026 - 03:30

Estafet Kepemimpinan HIMARASI Berlanjut, Pesan Ary Buraen Dibawa Spirit “Im Tabua Tafena Amarasi”

Minggu, 9 Agustus 2026 - 00:21

KKJ NTT dan AJI Kupang Bersuara: Bildad Tonak Diantara Pemberitaan dan Penghakiman

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 02:48

Anatomi Problematika Pendidikan Dasar di Indonesia

Jumat, 31 Juli 2026 - 04:15

Di Antara Sawah dan Laut Ada Nama Usman Husin, Politik yang Menyapa dari Pintu Rumah Rakyat

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.