Keluarga Korban Adukan Oknum Guru PPPK di Kabupaten Kupang ke LBH APIK-NTT

Selasa, 13 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keluarga korban saat berada di kantor LBH APIK-NTT (13/1/2026)

Keluarga korban saat berada di kantor LBH APIK-NTT (13/1/2026)

Kupang,- Sebuah kasus yang mengejutkan terjadi di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Seorang oknum guru PPPK diduga tidak bertanggung jawab atas kehamilan sang pacar, seorang wanita yang kini menjadi korban.

Keluarga korban pun tidak tinggal diam dan segera mengadu ke Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia Untuk Keadilan Nusa tenggara Timur (LBH APIK-NTT) pada Selasa, 13 Januari 2025.

Asten Bait, tim keluarga korban, menjelaskan bahwa kedatangan keluarga korban ke LBH APIK-NTT adalah upaya untuk mendapatkan keadilan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bagi kami, persoalan ini merupakan persoalan serius yang perlu mendapatkan perhatian khusus dan pendampingan dari Lembaga bantuan Hukum,” ujarnya.

Keluarga korban memastikan bahwa mereka akan tetap konsisten dalam memperjuangkan keadilan bagi korban. “Kami tidak ingin ini menjadi pembiaran, tapi harus memiliki efek jera bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kupang,” tambah Asten.

LBH APIK-NTT siap mendampingi keluarga korban dalam proses ini. Mereka berharap agar oknum PPPK yang bersangkutan dapat bertanggung jawab atas perbuatannya.

Keluarga korban juga meminta dukungan dari para aktivis, tokoh masyarakat, dan organisasi mahasiswa di NTT untuk turut mengawal proses ini. Mereka juga meminta perhatian khusus dari pemerintah daerah Kabupaten Kupang, terutama Bupati Kupang.

“Pemerintah harus memberikan atensi khusus terkait persoalan ini, sehingga menjadi pelajaran bagi seluruh PPPK/ASN di Kabupaten Kupang,” kata Asten.

Keluarga korban berharap agar proses ini dapat menghasilkan solusi terbaik dan tidak ada pihak yang dikorbankan. “Kami ingin keadilan bagi korban dan efek jera bagi pelaku,” tutup Asten.

LBH APIK-NTT akan terus mendampingi keluarga korban dan memastikan bahwa proses ini berjalan dengan adil dan transparan.(*CMBN01)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Langkah Valen Kebo Pimpin PERBAKIN: Rapikan Organisasi, Siapkan Atlet NTT Berprestasi
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman RI Tersandung Korupsi Tambang Nikel
Kerja Keras Tanpa Batas: Maruarar Sirait Wujudkan Sila Kelima di Sektor Perumahan
Dugaan Pemerasan: Polda Usut Gerombolan Penjahat Digital di Balik Akun Tiktok Lika-Liku NTT
Menembus Batas Desa: Asten Bait Nyalakan Asa Pendidikan di Pelosok
Suara Lantang Usman Husin dari Senayan: Ungkap Potret Nyata Kegelisahan di Kawasan Mutis
Motor Tak Kunjung Kembali, Oknum Polisi Dilaporkan ke Polres Kupang 
Proyek Insinerator Rp5,9 Miliar Masuk Tahap Penyidikan di Kejati NTT 

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 12:23

Langkah Valen Kebo Pimpin PERBAKIN: Rapikan Organisasi, Siapkan Atlet NTT Berprestasi

Kamis, 16 April 2026 - 07:41

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman RI Tersandung Korupsi Tambang Nikel

Kamis, 16 April 2026 - 04:56

Kerja Keras Tanpa Batas: Maruarar Sirait Wujudkan Sila Kelima di Sektor Perumahan

Rabu, 15 April 2026 - 08:22

Dugaan Pemerasan: Polda Usut Gerombolan Penjahat Digital di Balik Akun Tiktok Lika-Liku NTT

Selasa, 14 April 2026 - 12:06

Menembus Batas Desa: Asten Bait Nyalakan Asa Pendidikan di Pelosok

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.