Kupang,– Pemerintah terus memperkuat langkah percepatan pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelepasan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik GENTASKIN (Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif) Batch II Tahun 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Kupang, Kamis (9/7/2026).
Pelepasan dilakukan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu, Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, M.Sc., yang mewakili Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat.
Program tersebut merupakan implementasi Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, yang menempatkan penanganan kemiskinan ekstrem sebagai salah satu agenda strategis nasional. Melalui program ini, pemerintah mendorong sinergi antara kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga masyarakat dalam menciptakan pembangunan yang lebih inklusif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Abdul Haris menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang hadir langsung di tengah masyarakat untuk memperkuat upaya pemberdayaan desa.
“Program ini menempatkan mahasiswa sebagai agen pemberdayaan yang mengabdi langsung bersama masyarakat desa dalam mengatasi kemiskinan ekstrem melalui penguatan ekonomi keluarga, peningkatan kapasitas kelembagaan desa, serta pendampingan sosial dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Pada pelaksanaan Batch II Tahun 2026, sebanyak 2.319 mahasiswa dari 41 perguruan tinggi di seluruh Indonesia diterjunkan ke 100 desa sasaran yang tersebar di 13 kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur, yakni Kabupaten Alor, Belu, Flores Timur, Kupang, Malaka, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, dan Timor Tengah Utara.
Selama masa pengabdian, para mahasiswa akan melaksanakan berbagai program pemberdayaan melalui lima klaster utama, yakni edukasi gizi dan kesehatan ibu serta anak, penguatan ekonomi keluarga dan UMKM desa, peningkatan sanitasi lingkungan dan akses air bersih, penguatan literasi serta pendidikan keluarga, hingga pengembangan kelembagaan masyarakat dan inovasi lokal.
Pemerintah berharap pendekatan berbasis pemberdayaan tersebut tidak hanya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, tetapi juga memperkuat kapasitas lokal agar mampu mandiri dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi.
Acara pelepasan turut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Kupang Yosef Lede, para kepala daerah se-Provinsi NTT yang hadir secara langsung maupun daring, jajaran pejabat kementerian dan lembaga, pimpinan pemerintah daerah, serta ribuan mahasiswa peserta KKN Tematik GENTASKIN Batch II.
Abdul Haris menyampaikan apresiasi kepada seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi yang telah bersinergi mendukung pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, keberhasilan pengentasan kemiskinan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, tetapi memerlukan kolaborasi seluruh elemen bangsa.
Ia berharap kehadiran mahasiswa di 100 desa sasaran mampu melahirkan berbagai inovasi dan solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat sekaligus menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa dalam mengasah kepemimpinan, kepekaan sosial, dan kemampuan menyelesaikan persoalan di lapangan.
“Besar harapan kami, semangat pengabdian yang dimulai hari ini akan tumbuh menjadi kontribusi nyata di 100 desa sasaran, tempat mahasiswa GENTASKIN menemukan ruang untuk berkarya, berinovasi, dan turut membangun kemandirian masyarakat Nusa Tenggara Timur,” kata Abdul Haris.**









