KUPANG,- Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memastikan pembangunan ruas jalan Oeltua-Benilaka-Tunfeu tetap berjalan normal di tengah informasi yang beredar terkait dugaan pemblokiran Dana Alokasi Khusus (DAK) Specific Grant oleh Kementerian Keuangan.
Proyek senilai Rp10,740 miliar lebih tersebut, saat ini masih dalam tahap pekerjaan fisik dan terus dilanjutkan sesuai jadwal pelaksanaan.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kupang, Toncy Teuf, mengatakan pemerintah daerah bergerak cepat melakukan koordinasi lintas kementerian begitu muncul informasi tersebut di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut dia, langkah responsif itu penting untuk memastikan tidak terjadi kesalahpahaman publik yang dapat mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap program pembangunan daerah.
“Bupati Kupang langsung melakukan koordinasi dengan Kementerian Keuangan dan hasilnya dana tersebut sudah ready. Karena itu pekerjaan tetap dilanjutkan,” kata Toncy Teuf kepada media, Sabtu (23/5/2026), di sela kegiatan Car Free Day di Jalan El Tari.
Ia menjelaskan, komunikasi teknis antara Pemerintah Kabupaten Kupang dengan pemerintah pusat dilakukan melalui sinkronisasi administrasi pencairan, verifikasi dokumen kontrak, serta penyesuaian tahapan penyaluran anggaran sesuai mekanisme DAK fisik. Koordinasi itu melibatkan pemerintah daerah, kementerian teknis, hingga Kementerian Keuangan agar seluruh proses berjalan sesuai regulasi dan tidak menghambat pekerjaan di lapangan.
Menurut Toncy, dana tahap awal sebesar Rp2 miliar telah tersedia dan menjadi dasar kelanjutan pekerjaan fisik oleh pelaksana proyek, CV. LAKSMAN. Pemerintah daerah juga memastikan progres pekerjaan terus dipantau secara berkala guna menjaga kualitas konstruksi serta ketepatan waktu penyelesaian proyek.
Ruas jalan Oeltua-Benilaka-Tunfeu sendiri memiliki panjang sekitar 4 kilometer dengan total nilai kontrak Rp10.740.838.207. Infrastruktur tersebut dinilai strategis karena menjadi akses penghubung aktivitas masyarakat serta mendukung mobilitas ekonomi warga di wilayah Taebenu dan sekitarnya. Hingga saat ini, progres pekerjaan disebut menunjukkan perkembangan yang baik.
Pemkab Kupang berharap masyarakat tetap memberikan dukungan positif terhadap pembangunan infrastruktur yang sedang berjalan.
Pemerintah menilai koordinasi cepat dan terbuka antara daerah dan pemerintah pusat menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas pelaksanaan proyek sekaligus membangun kembali kepercayaan publik terhadap komitmen pemerintah dan kontraktor dalam menghadirkan pembangunan yang berkualitas serta bermanfaat jangka panjang bagi masyarakat.**









