KEFAMENANU – Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) di bawah kepemimpinan Bupati Yoseph Falentinus Delasalle Kebo terus memperkuat kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hingga 31 Juli 2026, realisasi penerimaan pajak daerah telah mencapai Rp11.029.237.015,55 atau 32,39 persen dari target APBD 2026 sebesar Rp34.047.257.067.
Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) TTU, Drs. Thelymitro R. Kapitan, mengatakan capaian tersebut mencerminkan tren positif dan menjadi modal penting untuk mengejar target hingga akhir tahun.
Kontribusi terbesar penerimaan pajak berasal dari Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), PBJT Tenaga Listrik, Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), PBJT Makanan dan/atau Minuman, serta PBB-P2. Bapenda juga mulai mencatat peningkatan penerimaan dari Pajak Air Tanah dan Pajak Sarang Burung Walet yang sebelumnya belum memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk mengoptimalkan pendapatan daerah, Bapenda menerapkan strategi ekstensifikasi dan intensifikasi pajak, disertai penguatan pengawasan, pendataan objek pajak baru, serta digitalisasi pembayaran melalui QRIS. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus memperluas basis penerimaan daerah.
Thelymitro mengajak seluruh masyarakat untuk taat membayar pajak karena setiap penerimaan akan dikembalikan dalam bentuk pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik lainnya.
Pemerintah Kabupaten TTU optimistis target penerimaan pajak daerah tahun 2026 dapat tercapai melalui sinergi seluruh perangkat daerah, dukungan masyarakat, dan optimalisasi potensi pajak yang berkelanjutan.**”









