Pembangunan Infrastruktur Amfoang, Sentuhan Nyata Tanpa Harus Menggadaikan Tanah Sendiri

Minggu, 16 September 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bagi penulis, masyarakat tentunya berharap penuh agar proses perencanaan ini dapat terlaksana dengan baik dan ada juga menjadikan rencana pembangunan tersebut sebagai pembuktian bahwa victory-joss adalah pemimpin yang benar-benar memperjuangkan terlaksananya perbaikan infrastruktur jalan trans Amfoang.

Sampai saat ini juga, ada banyak oknum yang membusungkan dada dan berteriak bahwa mereka yang telah memperjuangkan hak masyarakat Amfoang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saya mau katakan “Wahai politisi ngganggur”, perjuangan kalian yang sebenarnya adalah strategi sabotase terhadap keinginan dan kebutuhan masyarakat Amfoang. Negeri tercinta ini berdemokrasi secara Pancasila, sehingga tidak perlu lagi kalian menyampaikan bahwa karena kalian maka Amfoang bisa berubah.

Tidak bersyukurkah kalian bahwa keinginan yang menjadi keluhan masyarakat Amfoang sudah banyak terjual entah seperti apa cara menggadaikan daerah yang kaya ini, tentunya hanya kalian sendiri yang tahu.

Sudah 73 Tahun kemerdekaan Republik tercinta kita ini, sebenarnya bukan saatnya kita menjadi penjajah di dalam tanah kita sendiri, sikap seperti demikian jangan sampai menjadikan penerawangan pidato dari perintis negara Indonesia bung Karno bahwa yang perlu kita lawan adalah saudara kita sendiri. Jangan sampai sikap tersebut menunjukan bahwa kalian adalah penjajah pikiran rakyat.

Wilayah Amfoang masih banyak yang harus diperjuangkan itupun jikakalau benar-benar kalian berlaku sebagai seorang pejuang, misalnya seperti apa sikap Pemda Kabupaten Kupang menyikapi pembangunan jalan yang telah di jawab oleh Pemprov NTT? Lalu apakah ada strategi Pemkab Kupang menyikapi jalan Kabupaten yang ada di wilayah Amfoang?

Hal-hal substansi inikan perlu diperjuangkan, bagaimana respon pemerintah daerah terhadap pembangunan tersebut agar dapat terkoneksi dengan apa yang di rencanakan oleh Gubernur NTT yang baru.
Jangan hanya mengungkapkan kebahagiaan dibalik sikap pencitraan. Rakyat bisa muak dengan cara-cara seperti ini, karena Amfoang adalah perjuangan dan masyarakat Amfoang bukanlah batu loncatan. Salam

Penulis: Rocky Tlonaen (Pimpinan Redaksi INFO NTT)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Simon Petrus Kamlasi Dorong Penguatan Pertanian Jagung di Sumba Barat Daya
Musda Golkar Kabupaten Kupang Masuk Babak Panas, Alberto Tatibun Kantongi Dukungan Mayoritas
Mengenai Menari di Hadapan Tuhan dalam Bulan Budaya GMIT
Ayo Bergabung di Road To Event Academy GAMKI NTT, Langkah Besar Pemuda Flobamora Naik Kelas
Aksi Cepat Resmob Satreskrim Polres Kupang Tuntaskan Kasus Pencurian Hand Traktor
Liga Pendidikan Indonesia zona Amfo’ang Raya resmi ditutup
Kepemimpinan Janto di BPJN NTT Dorong Pembangunan Jalan Tepat Mutu dan Berdampak Nyata
Drama Gol dan Semangat Juang Membara di LPI 2026 zona Amfoang Raya

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 02:28

Simon Petrus Kamlasi Dorong Penguatan Pertanian Jagung di Sumba Barat Daya

Senin, 1 Juni 2026 - 01:10

Musda Golkar Kabupaten Kupang Masuk Babak Panas, Alberto Tatibun Kantongi Dukungan Mayoritas

Senin, 1 Juni 2026 - 00:39

Mengenai Menari di Hadapan Tuhan dalam Bulan Budaya GMIT

Jumat, 29 Mei 2026 - 01:39

Aksi Cepat Resmob Satreskrim Polres Kupang Tuntaskan Kasus Pencurian Hand Traktor

Rabu, 27 Mei 2026 - 22:09

Liga Pendidikan Indonesia zona Amfo’ang Raya resmi ditutup

Berita Terbaru

Ritual di bawah pohon beringin; foto: Arnichus Loit

Budaya

Asal-Usul dan Makna Filosofis nama Desa Nunuanah

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:22

Konten tidak bisa disalin.