KUPANG – Persatuan Pengusaha dan Peternak Sapi Indonesia (PEPPSI) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor peternakan nasional melalui pengembangan jejaring kemitraan lintas daerah. Berkantor di Kupang, Nusa Tenggara Timur, organisasi ini menjadi wadah strategis bagi para pelaku usaha dan peternak sapi dalam mendorong peningkatan produktivitas, kualitas ternak, serta perluasan akses pasar di Indonesia.
Sebagai organisasi yang aktif membangun kolaborasi, PEPPSI selama ini menjalin kerja sama dengan kelompok peternak, lembaga pendidikan, hingga pemerintah dalam berbagai program pengembangan peternakan. Di antaranya melalui Program Bank Sapi yang menyalurkan bantuan sapi betina kepada masyarakat untuk dikembangbiakkan, sekaligus mendukung peningkatan populasi sapi lokal dan kesejahteraan peternak. PEPPSI juga berkolaborasi dengan institusi pendidikan seperti Politeknik Pertanian Negeri Kupang dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia dan peningkatan mutu peternakan.
Komitmen tersebut kembali diperkuat melalui langkah strategis pada kegiatan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) 2026 yang digelar Bank Indonesia Bali–Nusa Tenggara di Jatiluwih Resto, Bali, Senin, 27 Juli 2026. Forum tersebut dihadiri Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, bersama para pemangku kepentingan sektor pangan dari berbagai daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengajak seluruh kepala daerah di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilitas pasokan pangan dan pengendalian inflasi. Sinergi antarwilayah dinilai menjadi fondasi penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.
Momentum tersebut dimanfaatkan PEPPSI bersama HP2SK NTT dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Kepulauan Riau untuk membangun komitmen awal melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Kerja sama ini diarahkan untuk membuka jalur distribusi sapi dan kerbau asal Nusa Tenggara Timur guna memenuhi kebutuhan masyarakat di Kepulauan Riau.
Bagi PEPPSI, kolaborasi ini bukan sekadar memperluas jaringan perdagangan, melainkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan nilai tambah bagi peternak lokal. Dengan terbukanya pasar baru, peternak diharapkan memperoleh kepastian pemasaran, peningkatan pendapatan, sekaligus mendorong pertumbuhan populasi ternak secara berkelanjutan.
Dukungan yang diberikan Gubernur NTT terhadap inisiatif tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah mendorong penguatan sektor peternakan sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Nusa Tenggara Timur yang dikenal sebagai salah satu sentra ternak nasional memiliki potensi besar untuk menjadi pemasok utama sapi bagi berbagai daerah di Indonesia.
Melalui penguatan kemitraan, inovasi program, dan kolaborasi antardaerah, PEPPSI optimistis mampu menghadirkan ekosistem peternakan yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing. Organisasi ini juga menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional.***









