Tambaloka,- Di langit yang cerah, sebuah impian mulai terwujud. Batik Air, dengan sayapnya yang kuat, membuka penerbangan langsung dari Bali ke Bandara Lede Kalumbang, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. Ini adalah awal baru, sebuah terobosan yang membuka gerbang menuju Sumba Barat Daya, Sumba Barat, dan Sumba Tengah.
Konektivitas baru ini membawa harapan baru bagi masyarakat Sumba. Dengan perjalanan yang lebih nyaman dan mudah, wisatawan dapat menikmati keindahan alam dan budaya Sumba yang kaya. Ini adalah langkah besar dalam meningkatkan konektivitas antar wilayah di Indonesia, khususnya NTT.
Jumat, 9 Januari 2026, menjadi hari bersejarah bagi Sumba. Presiden Direktur Lion Group, Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi, Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV, Cecep Kumiawan, dan para kepala daerah sedaratan Sumba, hadir dalam acara peresmian pembukaan perdana ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penerbangan perdana Batik Air dari Denpasar ke Tambaloka
Penerbangan perdana rute Denpasar (DPS) – Tambolaka (TMC) terbang perdana pada pukul 09.40 WITA dengan nomor penerbangan ID 6324 tipe pesawat Airbus A320 dan membawa 152 penumpang. Kemudian pesawat dengan nomor penerbangan ID 6325 tiba di Bali pada pukul 10.55 WITA mengangkut 44 penumpang. Penerbangan ini dijadwalkan terbang secara reguler setiap hari.
Tokoh masyarakat sekaligus pengusaha Sumba, Melkianus Lubalu, mengapresiasi Batik Air yang telah membuka akses konektivitas untuk wilayah Sumba.
“Ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan konektivitas antar wilayah di Indonesia, khususnya NTT,” kata Melkianus Lubalu.
Direktur Utama PT Bumi Indah Group ini memastikan rute penerbangan Batik Air dari Tambaloka ini dapat mendorong arus wisatawan menuju Sumba maupun Bali, serta memperkuat peran Bandara Lede Kalumbang pada penerbangan domestik.
“Momen ini menunjukkan langkah besar Sumba dalam membuka akses transportasi udara yang sebelumnya terbatas. Kita bersyukur karena konektivitas udara di Sumba terus berkembang,” ujarnya.

Melkianus Lubalu menambahkan rasa bangganya dan bersyukur. “Sebagai masyarakat dan pengusaha saya ingin bersama dengan Pemda harus terus dorong percepatan pembangunan melalui jalur udara, laut, dan darat. Semua ini demi rakyat dan menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.
Dengan pembukaan penerbangan langsung ini, Sumba siap menjadi destinasi wisata yang mendunia. Batik Air telah membuka pintu bagi wisatawan untuk menikmati keindahan alam dan budaya Sumba.
Konektivitas yang baru ini juga diharapkan dapat meningkatkan ekonomi lokal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Sumba. Sumba, dengan keindahan alam dan budayanya, siap menjadi salah satu destinasi wisata terbaik di Indonesia.(*CMBN01)









