Sekda Mateldius Sanam Resmikan Feri Bolok–Naikliu, Menandai Kembalinya Nadi Transportasi Amfoang

Kamis, 19 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Kabupaten Kupang hadiri peresmian kapal yang beroperasi Bolok - Naiklu.

Sekda Kabupaten Kupang hadiri peresmian kapal yang beroperasi Bolok - Naiklu.

KUPANG,-Pagi itu, angin laut di Pelabuhan Penyeberangan Bolok, Desa Nitneo, Kecamatan Kupang Barat, berembus pelan. Di antara deru mesin dan riak kecil ombak, sebuah momen yang lama dinanti akhirnya tiba. Di hadapan masyarakat dan para pemangku kepentingan, mewakili Bupati Kupang, Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Mateldius S.J. Sanam, S.T, berdiri menjadi penanda dimulainya kembali pelayaran feri rute Bolok–Naikliu.

Selasa, 17 Maret 2026, bukan sekadar pelayaran perdana. Kehadiran Sekda di dermaga itu seolah menjadi simbol hadirnya Pemerintah Kabupaten Kupang di tengah kerinduan masyarakat Amfoang yang selama ini terisolasi oleh rusaknya akses darat dan cuaca yang tak bersahabat.

Bersama pihak ASDP dan KSOP, Mateldius Sanam meresmikan beroperasinya KMP Cakalang II yang akan melayani rute Bolok–Amfoang dan Amfoang–Kupang. Kapal itu perlahan bersiap, membawa lebih dari sekadar penumpang—ia membawa harapan yang sempat tertunda.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hari ini kita melakukan sesuatu yang bersejarah di Kabupaten Kupang,” ujar Mateldius dalam sambutannya. Kalimat itu sederhana, tetapi terasa dalam maknanya. Sebab, bagi masyarakat Amfoang, akses transportasi bukan hanya soal perjalanan, melainkan tentang keterhubungan dengan kehidupan.

Selama berbulan-bulan, terutama sejak musim hujan melanda pada November, jalur darat menjadi momok. Jalan yang rusak dan kondisi alam yang tak menentu membuat mobilitas warga terhambat. Distribusi barang tersendat, aktivitas ekonomi melambat, dan pelayanan publik ikut terganggu.

Di titik itulah, kehadiran kembali jalur laut menjadi jawaban.

Pemerintah Kabupaten Kupang, melalui koordinasi lintas sektor bersama Dinas Perhubungan, ASDP, dan KSOP, akhirnya membuka kembali trayek yang sempat terhenti. Upaya ini bukan tanpa alasan—ini adalah bentuk respon atas kebutuhan riil masyarakat.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kupang, Frits Kuhurima, menegaskan bahwa kondisi geografis dan cuaca di wilayah Amfoang—meliputi Amfoang Timur, Amfoang Utara, Amfoang Barat Laut, dan Amfoang Barat Daya—memang membutuhkan solusi transportasi alternatif yang lebih andal.

“Keberadaan feri ini diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat yang beraktivitas dari dan menuju Amfoang,” ujarnya.

Namun, pemerintah juga belajar dari masa lalu. Trayek ini pernah berhenti beroperasi karena minimnya jumlah penumpang. Karena itu, komitmen tak berhenti pada peresmian. Sosialisasi kepada masyarakat menjadi kunci agar layanan ini benar-benar dimanfaatkan dan berkelanjutan.

Di tengah suasana itu, Ambrosius, salah seorang penumpang, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Baginya, kehadiran feri bukan sekadar kemudahan, melainkan penyelamat dari keterbatasan.

Ia berharap kapal ini tidak lagi sekadar hadir sesaat, tetapi terus berlayar, menghubungkan Amfoang dengan Kupang tanpa jeda.

Ketika KMP Cakalang II perlahan meninggalkan dermaga, yang terlihat bukan hanya perjalanan biasa. Ada harapan yang ikut berlayar—bahwa keterisolasian akan perlahan terputus, dan kehidupan masyarakat Amfoang kembali bergerak.

Dan di balik semua itu, langkah Sekda di dermaga pagi itu menjadi tanda bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Ia hadir, menyaksikan, sekaligus memastikan bahwa konektivitas yang sempat hilang, kini kembali menyala.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Agustinus Tae dan Kuasa Hukum Serahkan Bukti ke Polisi soal Muskot PBVSI Kota Kupang
Mesin Perahu dari Usman Husin Jadi Jawaban Aspirasi Nelayan Sumba Timur
Usman Husin Temui Bupati Sumba Timur, Dorong Penguatan Pertanian dan Serahkan Bantuan Alsintan
UDN dan Jurnalis Bangun Ruang Belajar Bersama, Dari Kualitas Berita hingga Isu Kelompok Rentan
Bupati Falen Kebo Apresiasi Blue Ocean Salt, Investasi Pantura TTU Masuk Tahap Pelaksanaan
Dukungan Penuh Daniel Taimenas Perluas Akses KUR Bank NTT bagi UMKM
Soal Keberatan Tiga Anggota DPRD TTU, Egiardus Bana Desak BK Berpedoman pada UU 30/2014
Silaturahmi Bawaslu dan PKB Kabupaten Kupang, Sinergi Menuju Tahapan Pemilu

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:12

Agustinus Tae dan Kuasa Hukum Serahkan Bukti ke Polisi soal Muskot PBVSI Kota Kupang

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:03

Mesin Perahu dari Usman Husin Jadi Jawaban Aspirasi Nelayan Sumba Timur

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:53

Usman Husin Temui Bupati Sumba Timur, Dorong Penguatan Pertanian dan Serahkan Bantuan Alsintan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:40

UDN dan Jurnalis Bangun Ruang Belajar Bersama, Dari Kualitas Berita hingga Isu Kelompok Rentan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:37

Bupati Falen Kebo Apresiasi Blue Ocean Salt, Investasi Pantura TTU Masuk Tahap Pelaksanaan

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.