Seruan GMKI Kupang: Jangan Biarkan Amfoang Berjuang Sendiri 

Jumat, 13 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Andraviani Laiya, Ketua Cabang GMKI Kupang

Andraviani Laiya, Ketua Cabang GMKI Kupang

Kupang,- Hujan turun di Amfoang, dan yang bergetar bukan hanya atap rumah warga. Turut bergetar adalah kecemasan. Sungai meluap, jalan terputus, akses lumpuh, anak-anak tertahan di rumah, bahkan orang sakit menunggu dengan cemas.

Andraviani Laiya, Ketua Cabang GMKI Kupang, dalam seruannya yang diterima media ini, Jumat 13 Februari 2026, menyatakan bahwa situasi ini tidak bisa dibiarkan berlanjut. Amfoang tidak meminta kemewahan. Amfoang hanya meminta jalan yang tidak berubah menjadi ancaman maut setiap musim hujan.

Jalan Amfoang telah menjadi simbol penderitaan masyarakat. Setiap kendaraan yang melintas di jalan itu membawa nyawa. Membawa anak-anak. Membawa orang tua. Membawa harapan keluarga di rumah. Satu kesalahan kecil saja bisa berubah menjadi tragedi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

GMKI Kupang mendesak intervensi serius dan konkret dari seluruh tingkatan kepemimpinan. “Kepada Bupati Kabupaten Kupang, kami mendesak agar persoalan ini tidak lagi diposisikan sebagai rutinitas tahunan,” kata Andraviani.

Gubernur Nusa Tenggara Timur juga diminta untuk intervensi kebijakan dan anggaran di tingkat provinsi dan pusat. Infrastruktur penghubung Amfoang berulang kali putus dan wajib harus ditangani dengan pendekatan jangka panjang berbasis mitigasi bencana.

Andraviani juga meminta agar Presiden Republik Indonesia memohon kehadiran negara secara nyata lewat intervensi APBN melalui kementerian PU. “Jadikan Amfoang bagian dari program percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah rawan dan terisolasi,” katanya.

Dalam konteks ini, GMKI Kupang juga mempertanyakan prioritas pembangunan di Kabupaten Kupang. “Apakah kita mendahulukan simbol, atau keselamatan? Apakah kita membangun yang terlihat megah, atau yang benar-benar menyelamatkan?” tanya Andraviani.

GMKI menekankan bahwa membangun jalan di Amfoang adalah bentuk keberpihakan yang nyata. Itu adalah ‘persembahan yang hidup’, bukan dari batu dan semen yang menjulang tinggi, tetapi dari kebijakan yang memastikan anak-anak bisa sekolah dengan aman, ibu hamil bisa menjangkau fasilitas kesehatan, dan petani bisa menjual hasil kebunnya tanpa harus berjudi dengan maut.

GMKI berharap bahwa kesadaran akan pentingnya memperbaiki jalan Amfoang akan segera bangkit. “Kami tidak ingin video-video berikutnya yang viral adalah tentang kecelakaan atau korban. Kami tidak ingin kesadaran bangkit setelah tragedi terjadi,” kata Andraviani.

Amfoang tidak meminta dikasihani. Amfoang menuntut diprioritaskan. Jika jabatan adalah amanah, maka dengarkanlah jeritan yang kini bukan hanya terdengar di lapangan, tetapi juga terpampang jelas di layar-layar telepon genggam kita.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Agustinus Tae dan Kuasa Hukum Serahkan Bukti ke Polisi soal Muskot PBVSI Kota Kupang
Mesin Perahu dari Usman Husin Jadi Jawaban Aspirasi Nelayan Sumba Timur
Usman Husin Temui Bupati Sumba Timur, Dorong Penguatan Pertanian dan Serahkan Bantuan Alsintan
UDN dan Jurnalis Bangun Ruang Belajar Bersama, Dari Kualitas Berita hingga Isu Kelompok Rentan
Bupati Falen Kebo Apresiasi Blue Ocean Salt, Investasi Pantura TTU Masuk Tahap Pelaksanaan
Dukungan Penuh Daniel Taimenas Perluas Akses KUR Bank NTT bagi UMKM
Soal Keberatan Tiga Anggota DPRD TTU, Egiardus Bana Desak BK Berpedoman pada UU 30/2014
Silaturahmi Bawaslu dan PKB Kabupaten Kupang, Sinergi Menuju Tahapan Pemilu

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:12

Agustinus Tae dan Kuasa Hukum Serahkan Bukti ke Polisi soal Muskot PBVSI Kota Kupang

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:03

Mesin Perahu dari Usman Husin Jadi Jawaban Aspirasi Nelayan Sumba Timur

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:53

Usman Husin Temui Bupati Sumba Timur, Dorong Penguatan Pertanian dan Serahkan Bantuan Alsintan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:40

UDN dan Jurnalis Bangun Ruang Belajar Bersama, Dari Kualitas Berita hingga Isu Kelompok Rentan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:37

Bupati Falen Kebo Apresiasi Blue Ocean Salt, Investasi Pantura TTU Masuk Tahap Pelaksanaan

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.