Shirley Manutede Langkah Syahdu Nan Mematikan, Kejaksaan Konsisten Bantai Koruptor 

Senin, 2 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kajari Kota Kupang, Shirley Manutede, S.H.,M.Hum.

Kajari Kota Kupang, Shirley Manutede, S.H.,M.Hum.

Kupang,- Shirley Manutede, sosok yang tenang namun menakutkan, langkahnya syahdu tapi mematikan. Ia adalah Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kupang yang tidak takut berantas korupsi. Dengan keyakinan hukum yang kuat, ia membuktikan bahwa kejahatan tidak akan pernah menang.

Chris Liyanto, seorang pengusaha sukses yang kini menjadi terdakwa dalam kasus kredit fiktif Bank NTT, menyatakan dirinya tidak bersalah. Namun, pengakuan yang keluar dari mulutnya sendiri di persidangan menjadi bukti yang kuat.

Penulis meyakini jika pengakuan sudah disampaikan di hadapan majelis hakim, maka penyangkalan setelahnya hanya akan memperumit posisi hukum yang bersangkutan. Kejaksaan Negeri Kota Kupang di bawah kepemimpinan Shirley Manutede dikenal sebagai institusi yang tidak mudah digoyahkan oleh tekanan maupun ancaman.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketegasan Shirley Manutede dan jajaran yang punya rekam jejak dengan integritas tinggi tentu jadi ancaman bagi para koruptor. Kepemimpinan Shierly Manutede bukan lahir dari sentimen personal, melainkan dari keyakinan hukum bahwa kejahatan adalah hama sosial yang wajib dibabat bersih.

Perkara ini telah memasuki wilayah kejahatan yang beririsan dengan korupsi, yang dalam perspektif moral dan hukum merupakan pencurian yang dilakukan bukan karena kebutuhan, melainkan karena keserakahan. Pada titik inilah Shirley Manutede menilai hukum tidak boleh berkompromi.

Negara wajib hadir dengan sikap tegas, karena pembiaran terhadap satu pelaku akan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum ke depan. Penegakan hukum yang keras dan konsisten bukanlah bentuk balas dendam, melainkan upaya menjaga keadilan dan kepercayaan publik.

Shirley Manutede membuktikan bahwa ia tidak takut berantas korupsi. Dengan langkah yang syahdu tapi mematikan, ia membuktikan bahwa kejahatan tidak akan pernah menang.

Chris Liyanto kini harus menghadapi konsekuensi dari perbuatannya. Jika hukum mulai ragu karena tekanan, maka yang runtuh bukan hanya satu perkara, tetapi wibawa negara itu sendiri.

Masyarakat kini percaya, Kejaksaan Negeri Kota Kupang akan terus bekerja keras untuk menjaga keadilan dan kepercayaan publik. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa penegakan hukum yang keras dan konsisten adalah upaya menjaga keadilan dan kepercayaan publik.

Mari kita dukung penegakan hukum yang keras dan konsisten untuk menjaga keadilan dan kepercayaan publik.

Penulis: Chris Bani 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Stop Buang Sampah Sembarang: Potret dan Jeritan Sunyi dari Jembatan Nonobai Osiloa
Komitmen PT Lince Maju Jaya: Integritas dalam Menjaga Amanah di Perbatasan Negara
Paskah Bermakna: Sentuhan Sosial CRS Bank NTT dan Inovasi Keuangan Modern di Satu Panggung
Mengurai Tuduhan Jalan Sabuk Merah: Tak Ada Monopoli, Tanggung Jawab Proyek Prioritas
Bupati Kupang Lepas Alumni Pejuang Digital: Misi Sunyi Kelas Konvensional ke Smart School
Daniel Taimenas: DPRD Dukung dan Apresiasi Pawai Paskah Pemuda Kristen Kabupaten Kupang 
Kadis PUPR NTT Turut Sambut Kunjungan Wapres Gibran, Pawai Paskah dan Isyarat Pembangunan
JEJAK BATU DI JALAN GELAP: Ketika Pengeroyokan Menghapus Masa Depan Seorang Sopir dan Hukum Jalan di Tempat

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 11:55

Stop Buang Sampah Sembarang: Potret dan Jeritan Sunyi dari Jembatan Nonobai Osiloa

Kamis, 9 April 2026 - 09:54

Komitmen PT Lince Maju Jaya: Integritas dalam Menjaga Amanah di Perbatasan Negara

Kamis, 9 April 2026 - 03:52

Paskah Bermakna: Sentuhan Sosial CRS Bank NTT dan Inovasi Keuangan Modern di Satu Panggung

Rabu, 8 April 2026 - 10:40

Mengurai Tuduhan Jalan Sabuk Merah: Tak Ada Monopoli, Tanggung Jawab Proyek Prioritas

Selasa, 7 April 2026 - 14:06

Bupati Kupang Lepas Alumni Pejuang Digital: Misi Sunyi Kelas Konvensional ke Smart School

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.