Jakarta,- Sebuah tragedi menggetarkan hati masyarakat Nusa Tenggara Timur ketika seorang anak SD berusia 10 tahun, YBS, ditemukan tewas gantung diri di dekat rumahnya. Ia meninggalkan sepucuk surat, meminta agar ibunya tidak bersedih.
Dugaan bahwa surat itu ditulis tangan oleh YBS sendiri, yang merupakan siswa kelas IV di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Ngada. Dalam surat tersebut, YBS meminta ibunya untuk tidak bersedih dan mengatakan bahwa ia tidak ingin ibunya merasa sakit.
Menurut warga setempat, keluarga YBS kurang memberi perhatian kepada anaknya. Sebelum kejadian, YBS sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku dan pena, namun permohonannya tidak dikabulkan karena ibunya tidak punya uang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Advokat senior Agustinus Nahak, S.H., M.H, menyayangkan aksi bunuh diri YBS. “Kasus ini tidak boleh terulang lagi. Negara harus memberikan diri lebih dan berdampak langsung pada persoalan-persoalan pendidikan,” katanya dalam siaran langsung di akun TikTok pribadinya.
Agustinus Nahak menekankan bahwa pendidikan adalah hak dasar anak-anak dan Negara harus bertanggung jawab untuk memastikan bahwa anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak.
“Pendidikan adalah kunci meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Negara tidak boleh gagal dalam memberikan pendidikan yang berkualitas kepada anak-anak,” katanya.
Menurutnya, kasus YBS menunjukkan bahwa masih banyak anak-anak di Indonesia yang tidak mendapatkan perhatian dan pendidikan yang layak.
“Kita harus bekerja sama untuk memastikan bahwa anak-anak Indonesia mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan dapat hidup dengan layak,” kata Agustinus Nahak.
Pemerintah harus mengambil langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. “Negara harus memberikan diri lebih dan berdampak langsung pada persoalan-persoalan pendidikan. Kita tidak boleh membiarkan kasus seperti ini terulang lagi,” tegas Agustinus Nahak.
Masyarakat juga harus berperan aktif dalam memastikan bahwa anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak. Kasus YBS harus menjadi pelajaran bagi kita semua untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Pemerintah harus segera mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Masa depan anak-anak Indonesia bergantung pada kualitas pendidikan yang mereka terima.
“Kita harus memastikan bahwa anak-anak Indonesia mendapatkan pendidikan yang baik dan dapat hidup dengan layak. Kita tidak boleh gagal dalam memberikan pendidikan yang berkualitas kepada anak-anak,” tandas Agustinus Nahak.
Penulis: Chris Bani









