Tuduhan Main Proyek: Keluarga Besar Manggarai Menentang Pencatutan Nama Frans Sarong

Senin, 2 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Frans Sarong

Frans Sarong

Kupang,- Frans Sarong, seorang tokoh pemersatu dan tua golo yang merangkul semua kalangan, kini menjadi korban pencatutan nama. Keluarga besar Manggarai di Kota Kupang menyatakan sikap tegas atas maraknya pencatutan nama Frans Sarong untuk kepentingan proyek dan pinjaman dana.

Keluarga mengimbau masyarakat Nusa Tenggara Timur agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan Frans Sarong demi keuntungan pribadi.

“Kami menegaskan kepada publik NTT agar tidak terbuai oleh pihak-pihak yang menjual nama Frans Sarong. Itu tidak benar. Beliau tidak pernah menjanjikan proyek atau pinjaman dana,” kata Dr. Alex Madur, salah satu tokoh Manggarai, Senin (02/2/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, Frans Sarong dikenal luas di kalangan masyarakat Manggarai sebagai figur pemersatu dan tua golo yang merangkul semua kalangan. Perannya dalam menyatukan warga Manggarai lintas latar belakang disebut sangat besar, baik dalam kegiatan sosial, kekeluargaan, maupun komunitas.

Dr. Alex Madar menilai ketokohan Frans Sarong dibangun dari integritas dan konsistensi moral, bukan dari kepentingan pragmatis. “Dari segi ketokohan dan integritas, beliau jauh di atas kepentingan sesaat. Banyak peran beliau dalam menyatukan orang Manggarai. Karena itu, ketika ada pihak yang memanfaatkan kemurahan hati beliau, kami sebagai warga Manggarai merasa sangat terluka,” ujarnya.

Kekecewaan serupa disampaikan Wakil Ketua Ikatan Kluarga Manggarai Raya (IKMR) Kupang, Matheus Dasar. Ia menyatakan bahwa keluarga besar Manggarai mengecam keras pihak-pihak yang mencatut nama Frans Sarong untuk kepentingan proyek dan jabatan.

“Frans Sarong adalah tokoh pemersatu dan suri teladan kami. Jika ada yang mengklaim membawa nama besar beliau untuk proyek atau jabatan, itu sama saja mendegradasi ketokohan dan kehormatan beliau,” kata Matheus.

IKMR juga menyatakan kekecewaan mendalam dan mempertimbangkan langkah hukum untuk memulihkan nama baik Frans Sarong. “Kami sangat kecewa. Jika perlu, kami akan menempuh proses hukum untuk memulihkan nama baik Frans Sarong. Ini bukan soal pribadi, tetapi soal kehormatan tokoh Manggarai,” ujarnya.

Hendra Jasmin, perwakilan orang muda Manggarai, menyatakan bahwa pencatutan nama Frans Sarong melukai perasaan kaum muda. “Sebagai orang muda Manggarai, kami sangat kecewa dan terluka. Kami menegaskan kepada publik NTT agar jangan percaya pihak-pihak yang menjual nama Frans Sarong untuk proyek atau pinjaman uang,” kata Hendra.

Keluarga besar Manggarai menutup pernyataan mereka dengan jaminan penuh atas integritas Frans Sarong. Mereka meminta semua pihak yang telah mencatut nama beliau segera menghentikan praktik tersebut dan membersihkan nama baiknya.

Sedangkan Frans Sarong menegaskan, ia tidak pernah berurusan dengan proyek. “Saya tidak berutang dengan siapapun berkaitan dengan proyek. Sehingga meminta publik NTT jangan percaya dengan godaan seseorang yang membawa nama saya untuk mendapatkan proyek dan pinjaman,” tegas Frans Sarong.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Agustinus Tae dan Kuasa Hukum Serahkan Bukti ke Polisi soal Muskot PBVSI Kota Kupang
Mesin Perahu dari Usman Husin Jadi Jawaban Aspirasi Nelayan Sumba Timur
Usman Husin Temui Bupati Sumba Timur, Dorong Penguatan Pertanian dan Serahkan Bantuan Alsintan
UDN dan Jurnalis Bangun Ruang Belajar Bersama, Dari Kualitas Berita hingga Isu Kelompok Rentan
Bupati Falen Kebo Apresiasi Blue Ocean Salt, Investasi Pantura TTU Masuk Tahap Pelaksanaan
Dukungan Penuh Daniel Taimenas Perluas Akses KUR Bank NTT bagi UMKM
Soal Keberatan Tiga Anggota DPRD TTU, Egiardus Bana Desak BK Berpedoman pada UU 30/2014
Silaturahmi Bawaslu dan PKB Kabupaten Kupang, Sinergi Menuju Tahapan Pemilu

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:12

Agustinus Tae dan Kuasa Hukum Serahkan Bukti ke Polisi soal Muskot PBVSI Kota Kupang

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:03

Mesin Perahu dari Usman Husin Jadi Jawaban Aspirasi Nelayan Sumba Timur

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:53

Usman Husin Temui Bupati Sumba Timur, Dorong Penguatan Pertanian dan Serahkan Bantuan Alsintan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:40

UDN dan Jurnalis Bangun Ruang Belajar Bersama, Dari Kualitas Berita hingga Isu Kelompok Rentan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:37

Bupati Falen Kebo Apresiasi Blue Ocean Salt, Investasi Pantura TTU Masuk Tahap Pelaksanaan

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.