Usman Husin Dorong Pasar Murah Hadir di Pelosok NTT untuk Ringankan Beban Warga

Rabu, 15 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR RI, Usman Husin

Anggota DPR RI, Usman Husin

JAKARTA,- Komitmen agar program pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke pelosok kembali disuarakan Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur II, Usman Husin, dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPR RI bersama Menteri Pertanian serta Kepala Badan Pangan Nasional, Rabu (15/7/2026).

Dalam forum tersebut, Usman Husin meminta pemerintah memperluas pelaksanaan program pasar murah hingga ke wilayah pedesaan di Nusa Tenggara Timur, khususnya di daratan Pulau Timor, Pulau Sabu, Rote Ndao, dan Sumba. Menurutnya, program pasar murah tidak boleh hanya terpusat di kota-kota besar, sebab masyarakat desa juga menghadapi tekanan ekonomi akibat tingginya harga kebutuhan pokok.

Usman menilai kehadiran pasar murah merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran negara dalam membantu masyarakat, terutama keluarga berpenghasilan rendah yang masih berada dalam garis kemiskinan. Dengan harga kebutuhan pokok yang lebih terjangkau, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari tanpa harus terbebani lonjakan harga di pasar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Program pasar murah harus menjangkau hingga desa-desa. Jangan hanya dilaksanakan di perkotaan, karena masyarakat di wilayah pedesaan justru banyak yang membutuhkan akses terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau,” tegas Usman dalam rapat tersebut.

Menurutnya, wilayah-wilayah kepulauan dan pedalaman di NTT memiliki tantangan tersendiri, mulai dari biaya distribusi yang tinggi hingga keterbatasan akses pasar. Kondisi tersebut sering menyebabkan harga beras, minyak goreng, gula, telur, hingga kebutuhan pokok lainnya lebih mahal dibandingkan daerah perkotaan.

Karena itu, Usman mendorong pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, Bulog, BUMN pangan, serta distributor swasta untuk membangun sistem distribusi yang lebih merata. Sinergi antarlembaga dinilai menjadi kunci agar program pasar murah benar-benar menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan.

Selain memastikan ketersediaan stok pangan, pemerintah juga perlu menyiapkan jaringan distribusi hingga tingkat kecamatan dan desa, menentukan lokasi pelaksanaan yang mudah dijangkau masyarakat, menyediakan data penerima manfaat yang akurat, serta melibatkan pemerintah desa, aparat kecamatan, kelompok tani, koperasi, dan pelaku usaha lokal agar pelaksanaan pasar murah berjalan tertib dan tepat sasaran.

Di samping itu, penyediaan angkutan logistik, pengawasan kualitas bahan pangan, serta jadwal pelaksanaan yang rutin menjadi faktor penting agar program tidak bersifat seremonial semata. Dengan pelaksanaan yang terencana, masyarakat desa dapat memperoleh manfaat secara berkelanjutan, terutama saat terjadi kenaikan harga bahan pokok menjelang hari-hari besar keagamaan atau pada musim paceklik.

Usman berharap usulannya dapat menjadi perhatian pemerintah pusat sehingga program stabilisasi harga pangan benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Baginya, keadilan dalam akses terhadap pangan bukan hanya soal harga yang murah, tetapi juga soal pemerataan layanan negara hingga ke desa-desa dan wilayah kepulauan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses ekonomi.**

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN
Polisi Kejar Pelaku Pembobolan Minimarket dan ATM BRI di Kabupaten Kupang
Proyek Bendung Oelnaimuti Amburadul, Pelaksana Kegiatan dan BWS NT II Disorot

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Jumat, 25 September 2026 - 03:41

Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang

Rabu, 23 September 2026 - 01:36

Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.