Wisuda STIKUM ke-IV, Lulusan Diminta Jaga Marwah Kampus dan Tegakkan Supremasi Hukum

Kamis, 16 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wisuda STIKUM ke-IV Tahun 2026.

Wisuda STIKUM ke-IV Tahun 2026.

Kupang – Direktur Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIKUM), Prof. Dr. Drs. Yohanes Usfunan, S.H.,M.H., menegaskan bahwa pendidikan hukum harus melahirkan sarjana yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berintegritas, bermoral, dan berani menegakkan keadilan di tengah dinamika perkembangan zaman.

Pesan tersebut disampaikan dalam orasi ilmiahnya pada Wisuda Sarjana STIKUM ke-IV, Sabtu (11/7/2026) di Halaman Kampus STIKUM di Kupang. Menurut Prof. Yohanes, perkembangan teknologi, digitalisasi, dan perubahan sosial menuntut para penegak hukum mampu menghadirkan kepastian hukum, kemanfaatan, dan keadilan secara seimbang.

“Ilmu hukum harus menjadi instrumen untuk melindungi harkat dan martabat manusia. Karena itu, seorang sarjana hukum harus menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, dan keberpihakan kepada keadilan,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menekankan, lulusan STIKUM harus menjadi agen perubahan yang menjaga marwah profesi hukum, memperkuat supremasi hukum, serta terus meningkatkan kompetensi agar mampu mengabdi sebagai advokat, hakim, jaksa, notaris, aparatur sipil negara, maupun profesi hukum lainnya.

Senada dengan itu, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi NTT, Marx Onder Sombu, yang mewakili Gubernur NTT, mengajak para wisudawan mengimplementasikan ilmu hukum untuk mendukung pembangunan daerah, memperkuat penegakan hukum, dan memberikan pelayanan hukum yang berpihak kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Sementara itu, Benediktus Gaya, mewakili Kepala LLDIKTI Wilayah XV, mengingatkan bahwa Indonesia tidak kekurangan peraturan perundang-undangan, melainkan masih membutuhkan lebih banyak insan hukum yang mampu menghadirkan keadilan.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan sarjana hukum yang berani membela yang lemah, menjadi penengah dalam konflik, serta tetap berpegang pada integritas. Ia menegaskan, kecerdasan dan penguasaan hukum dapat mengantarkan seseorang pada jabatan, namun hanya integritas yang akan membuatnya dihormati sepanjang hayat.

Wisuda STIKUM menjadi momentum lahirnya lulusan hukum yang diharapkan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki komitmen kuat untuk menghadirkan keadilan, menjaga etika profesi, dan mengabdikan diri bagi masyarakat, bangsa, dan negara.**

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN
Polisi Kejar Pelaku Pembobolan Minimarket dan ATM BRI di Kabupaten Kupang
Proyek Bendung Oelnaimuti Amburadul, Pelaksana Kegiatan dan BWS NT II Disorot

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Jumat, 25 September 2026 - 03:41

Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang

Rabu, 23 September 2026 - 01:36

Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.