Amarasi Selatan, CMBNews.id,— Rotasi dan pergantian kepemimpinan di lingkungan pendidikan merupakan sebuah keniscayaan. Hari ini, Senin (15/6), dinamika tersebut kembali bergulir di Kabupaten Kupang, tepatnya di UPTD SMP Negeri 2 Amarasi Selatan melalui upacara serah terima jabatan kepala sekolah yang memasuki masa purna bakti dan penyambutan pemimpin yang baru.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Kupang, melalui Pengawas Pembina SMP, Yopi Pedjaga, M.Pd., menegaskan bahwa pergantian kepala sekolah adalah hal yang sepenuhnya lumrah dalam birokrasi.
“Satu yang pasti, sekolah itu tetap, kita yang dimutasi, kita yang dipindahkan, bahkan ada yang memasuki masa pensiun,” ujar Yopi menekankan bahwa institusi pendidikan harus tetap berjalan stabil siapapun nakhodanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rekam Jejak Panjang Sang Abdi Negara
Momen pisah sambut ini menjadi sangat emosional saat Kepala UPTD SMP Negeri 2 Amarasi Selatan. Mikhael Baok, S.Pd yang memasuki masa pensiun membagikan kisah perjalanan panjangnya. Sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), rekam jejak pengabdiannya merupakan refleksi nyata dari dinamika sejarah dan pengorbanan seorang guru.
Ia mengawali langkahnya sebagai abdi negara di ujung timur, tepatnya di Baucau, Timor Timur (kini Timor Leste). Setelah dinamika politik membawa dirinya kembali ke Kabupaten Kupang, dedikasinya tidak memudar. Ia tercatat menghabiskan waktu selama 10 tahun penuh mengabdi di SMP Negeri 3 Amarasi.
Setelah itu, garis tugas membawanya berpindah-pindah ke berbagai medan layan: mulai dari SMP Negeri 1 Amabi Oefeto, SMA Negeri 2 Amarasi Timur, SMP Negeri 4 Amarasi Selatan, SMP Negeri 3 Amarasi Selatan, hingga akhirnya—hanya bersisa beberapa bulan sebelum mengetuk gerbang pensiun—ia kembali dimutasi untuk menyelesaikan tugas mulianya di SMP Negeri 2 Amarasi Selatan.
Untung Rugi yang Disyukuri
Dalam untaian kalimat perpisahannya, sang kepala sekolah merefleksikan bahwa menjalani hidup sebagai abdi negara tentu memiliki dinamika tersendiri, ada suka maupun duka, ada untung dan ruginya. Namun, semua itu ia jalani dengan penuh rasa tanggung jawab dan keikhlasan demi mencerdaskan anak bangsa di pelosok daerah. Di mana untungnya? Pengalaman berpindah-pindah tempat tugas menguntungkan. Ruginya, ketika mendekati masa pensiun masih sempat dimutasi juga.
“Semua itu sudah terjadi. Sebagai abdi negara ada untung ruginya, tapi tetap dijalani,” ungkapnya penuh bersahaja. Di akhir penyampaiannya, ia secara khusus menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada jajaran pemerintah daerah atas amanah dan kesempatan yang diberikan kepadanya selama puluhan tahun mengabdi.
Kini, SMP Negeri 2 Amarasi Selatan siap menyongsong babak baru di bawah kepemimpinan yang baru, Plt. Kepala sekolah, Ibrahim Amtiran, S.Pd membawa estafet perjuangan literasi dan pendidikan yang telah dirawat dengan sangat baik oleh pendahulunya. (Roni)









