KUPANG,- Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur, Bobby Lianto, resmi melantik Jondarius Bentanone sebagai Ketua KADIN Kabupaten Sabu Raijua periode 2026–2031. Pelantikan berlangsung di Aula Kantor Bupati Sabu Raijua, Senin (27/4/2026), menandai restrukturisasi organisasi dunia usaha di daerah kepulauan tersebut.
Dalam sambutannya, Bobby menekankan pentingnya kepemimpinan yang lahir dari pengalaman riil di dunia usaha. Ia menyebut Jondarius sebagai representasi pengusaha lokal yang tumbuh melalui proses panjang dan kerja keras. “Figur seperti ini menjadi contoh bahwa ketekunan dapat membuka jalan menuju keberhasilan,” kata Bobby.
Momentum pelantikan itu juga diisi dengan langkah konkret penguatan sektor ekonomi lokal. KADIN NTT menyerahkan bantuan benih sorgum impor asal India kepada petani setempat sebagai bagian dari diversifikasi komoditas pertanian di wilayah kering seperti Sabu Raijua.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Bobby, sorgum memiliki peluang pasar yang menjanjikan jika dikembangkan secara terintegrasi dengan kebutuhan industri. Ia mengungkapkan tengah dijajaki kerja sama dengan sektor industri pakan untuk menyerap hasil produksi. “Jika rantai pasok ini terhubung, pengembangan sorgum dalam skala luas menjadi sangat realistis,” ujarnya.

Selain itu, KADIN NTT memperkenalkan program Perseroan Terbatas (PT) Perorangan yang diinisiasi Kementerian Hukum dan HAM sebagai instrumen formalitas usaha bagi pelaku UMKM. Sebanyak 10 kuota PT Perorangan disiapkan secara gratis bagi pelaku usaha di Sabu Raijua. Program ini diharapkan mendorong transformasi usaha mikro menuju entitas bisnis yang lebih profesional dan bankable.
Jondarius Bentanone menyambut dukungan tersebut sebagai peluang strategis bagi pelaku usaha lokal. Ia menilai bantuan benih sorgum dapat menjadi titik awal penguatan sektor pertanian, sementara program PT Perorangan membuka akses lebih luas ke pasar formal. “Ini langkah konkret untuk mendorong UMKM naik kelas,” katanya.
Bupati Sabu Raijua, Krisman Bernard Riwu Kore, menegaskan bahwa KADIN memiliki posisi penting sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan ekonomi daerah. Ia mendorong kolaborasi yang lebih intens antara pemerintah dan dunia usaha guna menarik investasi serta mengoptimalkan potensi lokal.
Pelantikan kepengurusan baru KADIN Sabu Raijua ini diharapkan menjadi titik awal konsolidasi kekuatan ekonomi daerah. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan organisasi bisnis dinilai krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.**









