KUPANG,– Komitmen menghadirkan layanan kesehatan yang merata kembali ditunjukkan melalui kolaborasi antara Kompi Arhanud 9/AWJ dan UPTD Puskesmas Camplong, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang. Pada Selasa, 28 April 2026, kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) digelar di markas Kompi Arhanud 9/AWJ, menyasar ratusan prajurit beserta keluarga.
Program yang merupakan bagian dari inisiatif nasional ini berlangsung sejak pukul 09.00 WITA hingga selesai, dengan jumlah peserta mencapai kurang lebih 200 orang. Selain pemeriksaan kesehatan umum, layanan khusus seperti pemeriksaan USG bagi ibu hamil turut diberikan sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari jajaran Arhanud 9/AWJ, di bawah komando Letkol Arh Ariestyo Ardyanto, S.I.P., M.H.I. Pelaksanaan di lapangan turut dipimpin oleh Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XLVI Batalyon Arhanud 9, dr. Rinda Amintara, yang secara langsung mengawal jalannya pelayanan kesehatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala UPTD Puskesmas Camplong, Julita Violeta Manu, A.Md. Kep., menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dan dukungan dari pihak batalyon. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi contoh konkret sinergi antara fasilitas layanan kesehatan dan institusi pertahanan dalam menjangkau masyarakat, termasuk komunitas prajurit.
“Terima kasih kepada Komandan beserta Ibu dan seluruh jajaran yang telah mendukung kegiatan ini. Ini adalah bentuk nyata kepedulian bersama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujar Julita.
Sementara itu, dr. Rinda Amintara menegaskan bahwa program Cek Kesehatan Gratis merupakan bagian dari kebijakan nasional yang perlu didukung lintas sektor. Ia menilai kehadiran Puskesmas Camplong di wilayah Fatuleu sangat strategis, mengingat batalyon Arhanud 9/AWJ juga berada di kawasan tersebut.
“Kami sangat mendukung program ini karena manfaatnya langsung dirasakan oleh prajurit dan keluarga. Sinergi seperti ini penting untuk memastikan pelayanan kesehatan dapat menjangkau semua lapisan,” kata dr. Rinda.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelayanan kesehatan, tetapi juga memperkuat hubungan kelembagaan antara TNI dan tenaga kesehatan di daerah. Ke depan, kolaborasi serupa diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Nusa Tenggara Timur.*”









