PT Adhy Karya Pastikan Saluran Irigasi Aika Rohon di Amarasi Dilanjutkan Demi Petani

Jumat, 8 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

KUPANG,- Di tengah hamparan sawah Persawahan Aika Rohon di Amarasi, air bukan sekadar kebutuhan pertanian. Air adalah harapan. Dari saluran irigasi itulah para petani menggantungkan musim tanam, hasil panen, hingga masa depan keluarga mereka.

Karena itu, ketika pekerjaan Proyek Peningkatan dan Pemeliharaan Bendung dan Saluran Irigasi Persawahan Aika Rohon sempat mengalami kendala teknis dan belum berjalan optimal sejak akhir tahun 2025 lalu, perhatian masyarakat pun mulai tertuju pada proyek tersebut. Namun di balik situasi itu, ada satu hal yang tetap dijaga, yakni komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Jumat, 08 Mei 2026, suasana di lokasi proyek terlihat berbeda. Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang, Yupiter Selan turun langsung meninjau lokasi bersama Kabid Pelaksanaan SDA BBWS NT II Kupang, Frengky Welkis dan pihak kontraktor pelaksana dari PT Adhy Karya⁠�.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka berdiri di antara saluran irigasi dan area persawahan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat. Dalam peninjauan itu, Kajari Kabupaten Kupang menegaskan bahwa proyek tersebut harus kembali berjalan demi kepentingan petani.

“Kita sudah lihat langsung di lapangan dan saya minta pihak kontraktor segera melanjutkan pekerjaan, karena kalau kegiatan ini tidak selesai maka yang paling terdampak adalah masyarakat petani,” ujar Yupiter Selan.

Bagi PT Adhy Karya⁠�, proyek ini bukan hanya soal menyelesaikan pekerjaan fisik. Lebih dari itu, ada tanggung jawab moral untuk memastikan saluran irigasi tetap memberi manfaat bagi masyarakat Amarasi.

Kepala Proyek PT Adhy Karya, Hadi memastikan pihaknya telah menyiapkan tim baru untuk kembali melanjutkan pekerjaan di lapangan mulai Selasa, 12 Mei 2026.

“Hari Selasa nanti kita mulai kerja lagi. Tim baru sudah siap untuk menyelesaikan pekerjaan ini,” katanya.

Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa proyek Saluran Irigasi Persawahan Aika Rohon di Amarasi tidak ditelantarkan. Sebaliknya, pihak pelaksana tetap berupaya keras mengejar penyelesaian pekerjaan agar asas manfaat bagi masyarakat tetap terpenuhi.

Di tengah berbagai tantangan pekerjaan infrastruktur di lapangan, langkah untuk tetap melanjutkan proyek menjadi bentuk tanggung jawab yang tidak sederhana. Sebab, bagi masyarakat Amarasi, irigasi bukan hanya bangunan teknis, tetapi urat nadi pertanian yang menopang kehidupan sehari-hari.

Kabid Pelaksanaan SDA BBWS NT II Kupang, Frengky Welkis pun memastikan pihaknya bersama Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang akan terus melakukan monitoring terhadap progres pekerjaan.

“Selasa nanti kita turun cek lagi. Yang penting pekerjaan fisik mulai berjalan dulu sambil mengejar sisa waktu pelaksanaan,” ujarnya.

Proyek Peningkatan dan Pemeliharaan Bendung dan Saluran Irigasi Persawahan Aika Rohon di Amarasi sendiri merupakan bagian dari program Inpres Irigasi Tahun 2025 di NTT dengan total nilai mencapai lebih dari Rp100 miliar yang tersebar di berbagai kabupaten.

Kini, di antara aliran air dan hamparan sawah Amarasi, harapan itu perlahan kembali tumbuh. Para petani menanti pekerjaan dilanjutkan, sementara semua pihak yang terlibat berupaya memastikan bahwa pembangunan ini benar-benar hadir untuk memberi manfaat bagi masyarakat.**

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Guru-guru di ujung Timur Angin
CV Laksman Prioritaskan Struktur Dasar yang Kuat, Jalan Taebenu–Nekamese Mulai Dibangun
Simpang tiga: persaudaraan, peluang dan jalan menuju kemandirian
Jaga Martabat Pemilu, GAMKI NTT dan Bawaslu Dorong Gerakan Pengawasan Partisipatif
Manakah Pilihan Frasa yang Tepat?
Menjemput Keadilan di dalam Arus Waktu: Senjakala Hak Istimewa
Simfoni Puing: Refleksi Iman di Balik Distorsi Brian Welch
Ketika Baju Dilepas: Tafsir Sosio-Politik atas Gestur Presiden Prabowo Subianto

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:03

Guru-guru di ujung Timur Angin

Sabtu, 9 Mei 2026 - 00:46

CV Laksman Prioritaskan Struktur Dasar yang Kuat, Jalan Taebenu–Nekamese Mulai Dibangun

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:20

PT Adhy Karya Pastikan Saluran Irigasi Aika Rohon di Amarasi Dilanjutkan Demi Petani

Jumat, 8 Mei 2026 - 00:01

Simpang tiga: persaudaraan, peluang dan jalan menuju kemandirian

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:35

Jaga Martabat Pemilu, GAMKI NTT dan Bawaslu Dorong Gerakan Pengawasan Partisipatif

Berita Terbaru

ilustrasi konteks geografis & pendidikan di perbatasan; Gbr CHTGPT

Budaya

Guru-guru di ujung Timur Angin

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:03

Menyematkan cincin pada Sahabat; foto; SD N Loemanu

Budaya

Cincin emas simbol ketulusan cinta dan kebersamaan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:01

Konten tidak bisa disalin.