KUPANG,- Pemerintah Kabupaten Kupang mulai merealisasikan pembangunan infrastruktur jalan penghubung Binlaka–Tunfeu–Oeltua yang berada di Kecamatan Taebenu dan Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus menunjang mobilitas masyarakat di kawasan pedesaan.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Pertanahan Kabupaten Kupang, pekerjaan jalan hotmix itu dianggarkan sebesar Rp10,7 miliar lebih yang bersumber dari APBD Kabupaten Kupang melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Konektivitas. Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Laksman dengan pengawasan dari PT Dwipa Mitra Konsultan dan memiliki masa pelaksanaan selama 120 hari kalender.
Di tengah kondisi geografis wilayah yang cukup menantang, aktivitas pekerjaan di lapangan mulai menunjukkan progres. Sejumlah alat berat terlihat bekerja membentuk badan jalan, sementara pekerja lapangan melakukan penataan saluran dan penguatan struktur penahan tanah di beberapa titik yang rawan longsor.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR dan Pertanahan Kabupaten Kupang, Nazar Paintik, mengatakan hingga awal Mei 2026 progres pekerjaan telah mencapai sekitar delapan persen lebih. Tahapan pekerjaan yang sementara berlangsung difokuskan pada pekerjaan dasar sebelum masuk pada proses pengaspalan hotmix.
“Pekerjaan yang sudah dilaksanakan meliputi timbunan urug pilihan, pemadatan timbunan, pembangunan saluran, serta pasangan baru atau tembok penahan,” kata Nazar saat ditemui media di ruang kerjanya, Kamis (7/5).
Menurut dia, pekerjaan tersebut dirancang dalam tiga segmen menyesuaikan kemampuan pembiayaan melalui DAK Konektivitas. Pemerintah daerah memprioritaskan titik-titik yang dianggap mendesak untuk menunjang akses masyarakat dan kelancaran distribusi hasil pertanian.
Segmen pertama berada di wilayah Desa Oeltua, sementara Desa Tunfeu masuk dalam segmen kedua. Adapun wilayah Binlaka direncanakan menjadi segmen ketiga dengan kemungkinan penyesuaian volume pekerjaan di lapangan.
Bagi masyarakat di Taebenu dan Nekamese, pembangunan ruas jalan itu bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Jalan tersebut selama ini menjadi akses utama warga untuk mengangkut hasil pertanian, menghubungkan aktivitas ekonomi antarwilayah, hingga mempercepat akses menuju pusat pelayanan publik.
Pemerintah Kabupaten Kupang berharap pekerjaan yang ditangani CV Laksman itu dapat berjalan tepat waktu dan memberi dampak langsung terhadap peningkatan konektivitas serta pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah pedalaman Kabupaten Kupang.**









