Rote Ndao,- Hari itu di hamparan persawahan Desa Temas, Kecamatan Rote Barat Laut, para petani berkumpul menyampaikan keluh kesah yang selama bertahun-tahun mereka rasakan. Di tengah keterbatasan alat pertanian dan tingginya biaya panen, mereka hanya berharap ada sosok yang benar-benar mendengar dan memahami kesulitan yang mereka hadapi. Ketika Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin, hadir dalam resesnya, para petani tidak sekadar menyampaikan aspirasi, tetapi menitipkan harapan agar kehidupan mereka bisa menjadi lebih baik.
Bagi Usman Husin, bertemu petani bukan sekadar menjalankan agenda reses sebagai anggota DPR RI. Ia memilih turun langsung ke lapangan karena percaya bahwa kebutuhan rakyat tidak bisa dipahami hanya melalui laporan di atas meja. Dengan berdiri di tengah sawah, berbincang bersama petani, dan melihat langsung kondisi yang ada, ia ingin memastikan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan benar-benar diperjuangkan hingga menghasilkan manfaat nyata.
Salah satu kebutuhan yang paling banyak disampaikan saat itu adalah bantuan alat panen modern berupa combine harvester. Para petani mengaku selama ini proses panen masih dilakukan secara konvensional sehingga membutuhkan waktu lebih lama dan biaya yang tidak sedikit. Mendengar kebutuhan tersebut, Usman Husin berjanji akan memperjuangkannya agar dapat direalisasikan pada tahun 2027. Namun siapa sangka, perjuangan itu justru membuahkan hasil lebih cepat dari yang diperkirakan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui aspirasi yang diperjuangkannya di Komisi IV DPR RI, sebanyak empat unit combine harvester kini sedang dalam proses pengiriman dan dijadwalkan tiba di Kabupaten Rote Ndao pada tahun 2026. Kabar tersebut menjadi kejutan sekaligus kebahagiaan bagi para petani. Janji yang semula diperkirakan terwujud pada tahun berikutnya ternyata dapat direalisasikan lebih cepat, memberikan harapan baru bagi peningkatan produktivitas pertanian di daerah tersebut.
Menurut Usman Husin, Desa Temas menjadi salah satu wilayah prioritas karena kebutuhan terhadap alat panen modern sangat mendesak. Ia berharap kehadiran empat unit combine harvester dapat membantu petani mempercepat proses panen, menekan biaya produksi, mengurangi kehilangan hasil panen, serta meningkatkan pendapatan keluarga petani. Baginya, keberhasilan pembangunan pertanian harus dirasakan langsung oleh masyarakat yang setiap hari bekerja di lahan-lahan pertanian.
Komitmen Usman Husin terhadap petani Rote Ndao sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, ia juga dikenal gigih memperjuangkan perbaikan Bendungan Leko Batu yang selama kurang lebih dua puluh tahun mengalami kerusakan dan menjadi persoalan utama bagi petani setempat. Melalui berbagai koordinasi dan perjuangan yang dilakukan sejak tahun 2024, perbaikan bendungan tersebut akhirnya mulai direalisasikan pemerintah pada tahun 2025.
Bagi masyarakat Desa Temas dan wilayah sekitarnya, perbaikan bendungan dan hadirnya bantuan combine harvester merupakan dua kabar besar yang saling melengkapi. Bendungan yang kembali berfungsi menghadirkan kepastian air bagi lahan pertanian, sementara alat panen modern membantu petani meningkatkan efisiensi kerja. Kombinasi keduanya diyakini akan membawa perubahan nyata bagi produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat pedesaan di Rote Ndao.
Usman Husin lahir di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Ia dikenal sebagai politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang saat ini menjabat sebagai Anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, kehutanan, kelautan, dan perikanan. Sebelum menjadi anggota DPR RI, Usman Husin aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan dan dikenal memiliki perhatian besar terhadap pembangunan daerah serta pemberdayaan masyarakat kecil. Konsistensinya memperjuangkan kebutuhan petani, nelayan, dan masyarakat pedesaan menjadikan dirinya sebagai salah satu wakil rakyat yang dekat dengan akar persoalan masyarakat di Nusa Tenggara Timur.**









