Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru: Apa Saja Keunggulan STIKUM Prof. Dr. Yohanes Usfunan 

Rabu, 10 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: istimewa

Foto: istimewa

KUPANG,– Di tengah perkembangan masyarakat yang semakin kompleks, kebutuhan akan sumber daya manusia yang memahami hukum dan mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial terus meningkat. Menjawab kebutuhan tersebut, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIKUM) Prof. Dr. Yohanes Usfunan, S.H.,M.H kembali membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Tahun Akademik 2026/2027 bagi generasi muda yang ingin membangun masa depan melalui dunia hukum.

Berlokasi di Jalan Pendidikan, Nasipanaf, Penfui, Kupang, STIKUM hadir sebagai salah satu perguruan tinggi hukum yang berkomitmen mencetak sarjana hukum yang unggul, profesional, berintegritas, dan siap bersaing di dunia kerja.

Kampus ini menjadi pilihan tepat bagi para lulusan SMA maupun masyarakat yang telah bekerja namun ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi melalui program perkuliahan yang fleksibel, termasuk kelas sore yang dirancang khusus bagi mahasiswa pekerja.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nama besar STIKUM tidak terlepas dari sosok pendirinya, Prof. Dr. Yohanes Usfunan, S.H., M.H, seorang Guru Besar Ilmu Hukum yang dikenal luas di Indonesia dan merupakan putra terbaik Timor.

Dengan pengalaman akademik dan dedikasi yang tinggi dalam pengembangan ilmu hukum, beliau menghadirkan sebuah institusi pendidikan yang bertujuan membuka akses pendidikan hukum berkualitas bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur dan Indonesia pada umumnya.

Sejak berdiri pada tahun 2018, STIKUM terus menunjukkan perkembangan yang positif. Kampus ini telah meluluskan sejumlah sarjana hukum yang kini berkiprah di berbagai bidang profesi, mulai dari anggota DPRD, advokat, tenaga profesional di sektor swasta, hingga berbagai profesi lainnya yang membutuhkan pemahaman hukum yang kuat. Hal ini menjadi bukti bahwa lulusan STIKUM mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan di STIKUM semakin kuat setelah Program Studi Ilmu Hukum pada Program Sarjana memperoleh Akreditasi Baik dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) berdasarkan Surat Keputusan Nomor 3182/SK/BAN-PT/Ak-PKP/S/V/2020. Pencapaian tersebut menjadi pengakuan resmi bahwa STIKUM telah memenuhi standar mutu pendidikan tinggi sebagaimana ditetapkan oleh negara.

Salah satu keunggulan utama STIKUM terletak pada kualitas tenaga pengajarnya. Mahasiswa dibimbing oleh dosen-dosen berpengalaman yang memiliki kompetensi akademik dan praktis di bidang hukum. Dengan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada teori, mahasiswa didorong untuk memahami praktik hukum secara langsung sehingga memiliki kesiapan ketika memasuki dunia kerja.

Perkuliahan di STIKUM juga didukung dengan berbagai kegiatan akademik dan praktik yang relevan dengan kebutuhan profesi hukum. Mahasiswa mendapatkan kesempatan mengikuti praktik peradilan semu (moot court), diskusi ilmiah, seminar hukum, kajian kasus, serta berbagai kegiatan pengembangan kapasitas lainnya. Melalui proses tersebut, mahasiswa dilatih untuk berpikir kritis, logis, sistematis, dan mampu menyelesaikan persoalan hukum secara profesional.

Kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum bukan hanya mempelajari pasal demi pasal dalam peraturan perundang-undangan. Lebih dari itu, mahasiswa hukum belajar memahami hak dan kewajiban warga negara, sistem peradilan, penyelesaian sengketa, perlindungan hak asasi manusia, hukum bisnis, hukum pidana, hukum perdata, hukum tata negara, hingga perkembangan hukum di era digital. Pengetahuan tersebut menjadi bekal yang sangat berharga dalam kehidupan bermasyarakat maupun dunia kerja.

Lulusan ilmu hukum memiliki peluang karier yang sangat luas. Setelah menyelesaikan pendidikan dan memenuhi persyaratan profesi, lulusan dapat berkarier sebagai advokat, jaksa, hakim, notaris, mediator, konsultan hukum, legal officer perusahaan, penyidik, aparatur sipil negara, akademisi, peneliti, maupun politisi. Bahkan saat ini hampir seluruh lembaga pemerintah dan perusahaan swasta membutuhkan tenaga yang memahami aspek hukum dalam menjalankan aktivitasnya.

Selain peluang karier yang menjanjikan, kuliah hukum juga membentuk karakter seseorang menjadi lebih kritis, komunikatif, berani menyampaikan pendapat, serta mampu menganalisis berbagai persoalan secara objektif. Kemampuan berbicara di depan umum, berargumentasi secara ilmiah, melakukan negosiasi, dan menyusun dokumen hukum merupakan keterampilan yang akan diperoleh mahasiswa selama menjalani pendidikan hukum.

Bagi calon mahasiswa yang ingin bergabung, persyaratan pendaftaran meliputi fotokopi ijazah SMA sebanyak dua lembar, fotokopi Kartu Keluarga dua lembar, fotokopi akta kelahiran dua lembar, surat baptis dua lembar, fotokopi KTP dua lembar, serta pas foto ukuran 3×4 berlatar merah sebanyak dua lembar. Persyaratan tersebut dapat diserahkan langsung ke kampus STIKUM pada saat proses pendaftaran.

Momentum penerimaan mahasiswa baru ini menjadi kesempatan emas bagi generasi muda untuk menata masa depan yang lebih baik melalui pendidikan hukum. Dengan dukungan tenaga pengajar berkualitas, kurikulum yang relevan, akreditasi yang baik, serta jaringan alumni yang terus berkembang, STIKUM Prof. Dr. Yohanes Usfunan, S.H., M.H siap menjadi tempat lahirnya para sarjana hukum yang cerdas, berintegritas, dan mampu memperjuangkan keadilan bagi masyarakat. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh dengan menghubungi nomor 0812-8189-8096 atau 0813-5392-4908.

Penulis: Advokat Chris M. Bani, S.H (Alumni STIKUM)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kerja Sunyi Dinas PUPR NTT: Mengawal 19.543 Harapan Menuju Rumah Layak
Bupati TTU Perjuangkan Masa Depan Generasi Perbatasan di Hadapan Wakasad
Dugaan Korupsi Tunjangan Kesejahteraan DPRD Belu, Kejari Dalami Keterangan Anggota Dewan
Kajari Shirley Manutede Bongkar Dugaan Manipulasi Sistem V-TAX di Bapenda Kota Kupang
Kajari Kota Kupang Kejar Mafia Pajak Reklame, Kerugian Negara Diduga Tembus Miliaran
Pemerintah Desa Apren Sukses Menggelar Festival Tari Tradisional
Menjaga Harapan di Ujung Negeri: Keteguhan CV Gwensa Menyelesaikan Irigasi Netemnanu
Gavriel Novanto Menyentuh Pesisir, Menguatkan Kehidupan Nelayan di Sulamu

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:23

Kerja Sunyi Dinas PUPR NTT: Mengawal 19.543 Harapan Menuju Rumah Layak

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:06

Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru: Apa Saja Keunggulan STIKUM Prof. Dr. Yohanes Usfunan 

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:17

Bupati TTU Perjuangkan Masa Depan Generasi Perbatasan di Hadapan Wakasad

Senin, 8 Juni 2026 - 04:46

Kajari Shirley Manutede Bongkar Dugaan Manipulasi Sistem V-TAX di Bapenda Kota Kupang

Senin, 8 Juni 2026 - 03:16

Kajari Kota Kupang Kejar Mafia Pajak Reklame, Kerugian Negara Diduga Tembus Miliaran

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.