(Entah bisa menjawab rasa Penasaran Pembaca?(2))

Sabtu, 12 Agustus 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

lilin,alkitab, oko'mama'

lilin,alkitab, oko'mama'

LATAR KISAH

Heronimus Bani

Bulan Juli 2014 saya berada di Darwin-Australia Utara dalam rangka final check Perjanjian Baru (PB), Kitab Kejadian, Konkordans, Kamus Mini. Semua produk ini dikerjakan dalam bahasa Amarasi (Uab Amarasi). Saya tidak sendirian. Dalam tim kami yang mengerjakan terjemahan, (puji Tuhan) saya menjadi coordinator tim. Seorang anggota tim turut serta. Di sana kami melakukan checking pada seluruh teks dalam terjemahan yang alat kontrolnya adalah teks asli PB berbahasa Yunani. Kami dibimbing oleh para ahli. Sampai di sini, kisah singkat adanya Perjanjian Baru + Kejadian dalam Uab Amarasi. Telah terbit pada tahun 2015.

Kembali ke kisah latar belakang mengurus perkawinan menurut hukum adat perkawinan Amarasi Raya. Di sela-sela kesibukan kami bekerja bersama ahli terjemahan, kami melakukan refreshing ke kebun binatang. Ketika itu, tim tidak sendirian, tetapi ditemani pula orang-orang yang tidak masuk dalam tim penerjemah. Salah seorang pemuda bernama Ucu, ikut serta, serta sepasang kekasih yang lain. Jumlah kami 6 orang. Sepasang kekasih yang lain itu, menjadi perhatian saya, oleh karena mereka masih muda belia, walau mereka sudah dianggap pantas untuk “berteman” apalagi jarak pertemanan mereka sangat jauh, karena antarbenua: Australia – Amerika. Tapi, mereka sangat sering saling berkunjung. Pada saat refreshing itulah saya menggoda pemuda bernama Ucu yang sudah cukup umur, tetapi belum mempunyai teman. Rupanya ia tergoda.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Godaan-godaan yang saya berikan berupa cerita-cerita lucu yang mengantar pikir kepada bagaimana menjadi satu pasangan yang ideal dan pengurusannya. Kebetulan sang pemuda Ucu mempunyai gambar tato di lengannya. Gambar tato itu berasal dari Amarasi. Gambar itu diambil dari motif kain Amarasi. Saya yang mengizinkanya. Pada beberapa tahun sebelum tahun 2014, si pemuda Ucu pernah bertandang ke rumah saya di Nekmese’-Amarasi Selatan. Ketika itu, ia melihat gambar motif (kaif). Ia menyukainya, dan meminta izin agar dapat menempatkannya di tubuh sebagai tato.
Di sinilah awal mula jalan berpikir sang pemuda. Kelak kalau dia mau berkeluarga, ia akan memilih cara menikah menurut hukum adat perkawinan di Amarasi Raya. Ia memendam ide dan perasaan ini sangat lama. Sampai tahun 2014 saya ke Darwin dan bertemu dengannya dan menginap di rumahnya. Ia tidak bercerita sedikitpun tentang ide ini.
Pekerjaan tim berakhir. Awal Agustus 2014 saya pulang ke Timor via Denpasar. Mei 2015, si pemuda Ucu hadir dalam peluncuran PB+Kejadian Uab Amarasi. Di Soba Amarasi Barat, ia mendapat peran dalam liturgy kebaktian. Hal yang sama terjadi di Koro’oto Amarasi Timur. Sesudah peluncuran, ia dan keluarganya beserta rombongan yang datang dari luar negeri kembali ke negerinya masing-masing.

Nopember 2015, saya didatangi sepasang Profesor (suami-isteri). Prof. Dr. Ch. E. Grimes, Ph.D dan Prof. Dr. Barbara Dix Grimes, Ph.D. Mereka membawa kabar dari Ucu. Ia ingin menikah menurut hukum adat perkawinan Amarasi Raya, dengan permintaan agar yang menjadi mafefa’ (jubir, orang tua adat) adalah saya. (mungkin perlu disambung nanti)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kerja Keras Tanpa Batas: Maruarar Sirait Wujudkan Sila Kelima di Sektor Perumahan
Menembus Batas Desa: Asten Bait Nyalakan Asa Pendidikan di Pelosok
Bupati Kupang Lepas Alumni Pejuang Digital: Misi Sunyi Kelas Konvensional ke Smart School
JEJAK BATU DI JALAN GELAP: Ketika Pengeroyokan Menghapus Masa Depan Seorang Sopir dan Hukum Jalan di Tempat
BP IKIF 2026-2027 Dilantik, Semangat Membangun Fatuleu Menggema dari Ekateta
Asten Bait Motivasi Siswa SMA di Amarasi Barat: Pendidikan Jadi Kunci Masa Depan Generasi Kupang
CATATAN REDAKSI: Bore Pile, Solusi Serius Krisis Infrastruktur dan Longsor Ekstrim di Amfoang Tengah
Rico Nitti dan Jalan Sunyi Anak Muda Menjaga Kepercayaan, Bertumbuh dari Tantangan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 04:56

Kerja Keras Tanpa Batas: Maruarar Sirait Wujudkan Sila Kelima di Sektor Perumahan

Selasa, 14 April 2026 - 12:06

Menembus Batas Desa: Asten Bait Nyalakan Asa Pendidikan di Pelosok

Selasa, 7 April 2026 - 14:06

Bupati Kupang Lepas Alumni Pejuang Digital: Misi Sunyi Kelas Konvensional ke Smart School

Minggu, 5 April 2026 - 03:00

JEJAK BATU DI JALAN GELAP: Ketika Pengeroyokan Menghapus Masa Depan Seorang Sopir dan Hukum Jalan di Tempat

Rabu, 1 April 2026 - 18:41

BP IKIF 2026-2027 Dilantik, Semangat Membangun Fatuleu Menggema dari Ekateta

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.