Sekolah Dasar di Amarasi Selatan Terus Berbenah

Jumat, 20 Oktober 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Heronimus Bani

Heronimus Bani

Sekolah Dasar di Amarasi Selatan Terus Berbenah

Heronimus Bani
Sejak tanggal 2 Oktober 2016, tim pengamat proses pembelajaran berkunjung ke sekolah-sekolah dasar di Amarasi Selatan. Sekolah-sekolah yang dikunjungi dimulai dari SD Inpres Buraen di Suit, SD Negeri Naet, SD GMIT Koro’oto, SD Inpres Nekmese’, SD Negeri Buraen 1, dan SD Negeri Sonraen. Kunjungan pengamatan ini dilakukan oleh Tim 2, yang terdiri atas: Godho Hermanus (Ketua), Yansens Subnafeu, Yahya Tampani, Lambert Timu, Agatha Runesi, dan Adolfina Tneh.

Tim 1 terdiri atas: Oktovianus Bani (Ketua), Pieter JKS Otemusu, Joseba Thao, W.Ratuwalu, Suzana Obehetan, dan Heronimus Bani. Tim 1 mengamati proses pembelajaran di SD Negeri Retraen, SD Inpres Buraen 2, SD Negeri Sahraen, SD Inpres Sahraen, SD Negeri Tarba, SD K St. Fransiskus Xaverius Buraen.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedua tim ini didampingi oleh 2 orang Pengawas Pembina SD,yaitu Nehemia Runesi, S.Pd, dan Mardan Tunliu, S.Pd.

Pada setiap akhir pengamatan para pengamat bersama-sama para guru yang diamati berdiskusi bersama. Lalu diakhiri dengan penguatan-penguatan oleh Pengawas Pembina, khususnya oleh Nehemia Runesi, S.Pd sebagai Kepala UPT Dinas P & K Kecamatan Amarasi Selatan.

Nehemia Runesi, mengingatkan bahwa para pengamat mengamati para guru dalam aspek:

Mengajar apa?
Dengan cara apa?
Hasilnya apa?

Sementara pengawas pembina, Mardan Tunliu selalu mengingatkan akan pentingnya penyiapan dan pemanfaatan media/alat bantu pembelajaran. Dengan begitu, apa yang dilihat, dirasakan dan dialami anak (siswa, peserta didik) akan tergambar dalam ingatan mereka.

Beberapa catatan menarik dari kunjungan ini:
Pertama terjadi pertukaran informasi, pengetahuan, ketrampilan, dan produk dari masing-masing sekolah terutama para kepala sekolah.Para kepala sekolah akan kembali dalam keseharian tugas pokok dan fungsi di sekolah. Perbaikan dan pembenahan akan dilakukan setelah melihat, mengamati, bertanya, berdiskusi dan adanya klarifikasi-klarifikasi dari sesama guru dan guru kepala (kepala sekolah).

Kedua adanya kontak/persentuhan dalam proses belajar-mengajar, dimana, ada kegiatan/tugas yang menginspirsi sesama rekan guru. PBM/KBM yang sudah berjalan dapat saja terjadi kekurangan di sana-sini; adalah wajar dan manusiawi.

Ketiga Para guru telah mengajar (membelajarkan) siswa secara baik. Persiapan-persiapan secara administratif oleh semua guru telah ada di depan mata, terlepas dari masih ada beberapa hal yang belum disiapkan secara lengkap. Kesempurnaan diharapkan, namun mengejar kesempurnaan itu masih harus berlelah-lelah dan bukan berleha-leha.

Akhirnya, kondisi topografi dan geografi Amarasi Selatan dan kondisi tertentu digambarkan dalam pantun-pantun berikut ini:

Jalan-jalan ke Sahraen;
Jalan bergelombang berombang-ambing.
Jalan-jalan cari jaringan,
Jalan terus babingung-bengong

Berlelah-lelah di Tarba,
Tabrak aspal panas dan licin.
Bersayu-sayu rona wajah,
Tabrak cahaya rekrut kerut.

Berlelah-lelah di pagi hari,
Siswa bersenda guru menggurui.
Bersenang-senang di senja hari,
Memetik buah hasil menanam.

Seluruh kegiatan akan diakhiri dengan rapat evaluasi oleh para kepala sekolah dengan memfokuskan pada temuan-temuan khusus, ketika berada di 12 unit SD tersebut.(roni)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kerja Keras Tanpa Batas: Maruarar Sirait Wujudkan Sila Kelima di Sektor Perumahan
Menembus Batas Desa: Asten Bait Nyalakan Asa Pendidikan di Pelosok
Bupati Kupang Lepas Alumni Pejuang Digital: Misi Sunyi Kelas Konvensional ke Smart School
JEJAK BATU DI JALAN GELAP: Ketika Pengeroyokan Menghapus Masa Depan Seorang Sopir dan Hukum Jalan di Tempat
BP IKIF 2026-2027 Dilantik, Semangat Membangun Fatuleu Menggema dari Ekateta
Asten Bait Motivasi Siswa SMA di Amarasi Barat: Pendidikan Jadi Kunci Masa Depan Generasi Kupang
CATATAN REDAKSI: Bore Pile, Solusi Serius Krisis Infrastruktur dan Longsor Ekstrim di Amfoang Tengah
Rico Nitti dan Jalan Sunyi Anak Muda Menjaga Kepercayaan, Bertumbuh dari Tantangan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 04:56

Kerja Keras Tanpa Batas: Maruarar Sirait Wujudkan Sila Kelima di Sektor Perumahan

Selasa, 14 April 2026 - 12:06

Menembus Batas Desa: Asten Bait Nyalakan Asa Pendidikan di Pelosok

Selasa, 7 April 2026 - 14:06

Bupati Kupang Lepas Alumni Pejuang Digital: Misi Sunyi Kelas Konvensional ke Smart School

Minggu, 5 April 2026 - 03:00

JEJAK BATU DI JALAN GELAP: Ketika Pengeroyokan Menghapus Masa Depan Seorang Sopir dan Hukum Jalan di Tempat

Rabu, 1 April 2026 - 18:41

BP IKIF 2026-2027 Dilantik, Semangat Membangun Fatuleu Menggema dari Ekateta

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.