Guru dan Siswa Menyeberangi Sungai Demi Ujian Sekolah
Penyelenggaraan Ujian Sekolah Tahun Pelajaran 2025/2026 di sebahagian wilayah Amfoang Raya menyimpan kisah perjuangan tersendiri bagi para guru dan siswa. Seorang guru dari kawasan Oelamopu mengabarkan bahwa dirinya bersama rekan guru dan sejumlah siswa harus menyeberangi Sungai Kapsali untuk tiba di sekolah tempat pelaksanaan ujian sekolah. Beruntung, saat perjalanan berlangsung, kondisi sungai tidak sedang dilanda banjir sehingga mereka masih dapat menyeberang dengan aman. Perjalanan itu menjadi bagian dari pengabdian para guru di daerah terpencil yang tetap menjalankan tugas pendidikan di tengah keterbatasan infrastruktur.
Guru tersebut diketahui mengabdi di sekolah yang berada di Oelamopu, namun karena pelaksanaan tugas pengawas silang, ia harus menuju UPTD SD Negeri Fatuael di Kecamatan Amfoang Barat Daya. Pada tahun pelajaran ini, sekolah tersebut mengikutsertakan 23 peserta dalam Ujian Sekolah yang masih menggunakan sistem berbasis kertas. Di tengah keterbatasan akses transportasi dan kondisi geografis yang menantang, pelaksanaan ujian tetap berlangsung sebagai bagian dari upaya memastikan hak pendidikan bagi anak-anak di wilayah pedalaman tetap terpenuhi.
Melalui kisah perjalanan itu, terselip harapan besar dari para guru di daerah. Seorang guru yang tidak berkenan namanya dipublikasikan berharap pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat, dapat memberikan perhatian serius terhadap pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di kawasan tersebut. Menurutnya, akses transportasi yang memadai akan sangat membantu kelancaran mobilitas masyarakat, termasuk guru dan siswa yang setiap hari harus melintasi medan berat demi pendidikan. Ia juga berharap pelaksanaan Ujian Sekolah tahun ini berlangsung aman dan nyaman, seluruh peserta dapat menyelesaikan ujian dengan baik, serta berhasil melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Laporan: Rekan Guru
Editor: Heronimus Bani








