Hai Guru di NTT, Bersiaplah untuk Gigit Jari, mana Pengurus PGRI Provinsi NTT?

Selasa, 30 Agustus 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TPGPotongan berita berikut ini tentu akan menggelisahkan para guru. Kementerian Keuangan akan memangkas tunjangan profesi guru sebesar Rp23,4 triliun pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2016. Pemangkasan ini merupakan bagian dari penghematan anggaran belanja transfer daerah dan dana desa sebesar Rp70,1 triliun (beritagar.id 27/08/16). Sekalipun Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati telah memberikan alasan yang cukup logis, bahwa data guru penerima TPG tidak sesuai faktanya. Ada guru yang sudah pensiun sehingga jumlahnya berkurang. Adanya anggaran TPG yang menumpuk dan tidak dibayarkan berdasarkan alasan fakta berbeda dengan data.

Alasan utama ya pemangkasan terjadi karena banyak ya guru yang tidak berhak menerima tunjangan tetapi mendapat tunjangan, antara lain guru pemilik sertifikat profesi yang telah pensiun, mutasi, promosi, tidak dapat memenuhi beban mengajar 24 jam, dan tidak linier dengan sertifikat pendidiknya. (M.Fajar Satria, kompasiana.com)

Sementara itu para wakil rakyat di Senayan masih terus berteriak lantang agar pemotongan tunjangan profesi guru tidak dilakukan karena melanggar konstitusi (acehterkini.com 29/08/16). Suara-suara yang menolak pemotongan TPG selain dari Senayan datang pula dari organisasi profesi guru seperti IGI dan PGRI. Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhamad Ramli Rahim mengatakan, “Kami minta tunjangan profesi guru jangan ditahan. Sebab menahan tunjangan profesi guru ini akan berdampak luar biasa terhadap kondisi pendidikan Indonesia.” (republika.co.id 27/08/16).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suara-suara seperti itu bukan saja terjadi di media on line, tetapi juga di media massa televisi, koran dan berbagai media sosial. Luar biasa tanggapannya sehingga para guru mules dan malas tak bergairah. Bila benar-benar Menteri Keuangan melakukan hal ini demi penghematan anggaran sesuai kebijakan Presiden Ir. H. Joko Widodo, maka para guru bersiap-siaplah untuk gigit jari.

Halo para guru di Nusa Tenggara Timur, halo pengurus PGRI Daerah provinsi NTT, dan pengurus daerah PGRI Kabupaten dan Kota di NTT, apakah berdiam diri melihat persoalan ini? Mari menyuarakan kepentingan bersama ini. Sebagai guru di desa, kami prihatin bila para pengurus PGRI kurang tanggap, atau telah tanggap tetapi kurang dalam penyebaran informasi.

Lihatlah blog Berita PNS, para guru menolak kebijakan ini. Apakah Menteri Keuangan mendengar? Ayo, bersiap-siaplah untuk gigit jari karena TPG yang dipangkas, sambil bertanya dimanakah pengurus PGRI kita? Halo guru NTT, mari bersuara … ! Atau mari menjadi orang SABAR.

By : Heronimus Bani

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Karpet Merah yang Tersendat? Drama Politik Menuju Kursi Ketua Golkar Kabupaten Kupang
Menahan Kelahiran, Menahan Kehidupan
Jejak Budaya di Bawah Langit Uisneno
Keluluisan SD se-Kecamatan Amarasi mencapai angka 99,31%
Belajar Sejarah Langsung dari Sumbernya, Murid Kelas 6 SD I Nekmese Kunjungi Museum Negeri Kupang
Golkar Kabupaten Kupang Diuji Soal Kesetiaan dan Keadilan, 7 PAC Tantang Arus Besar Pohon Beringin
Antara Musda XI Golkar yang Tertunda dan Loyalitas 38 Tahun Daniel Taimenas
Power Never Sleeps: Membaca Arah Politik Musda XI Golkar Kabupaten Kupang

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 03:02

Karpet Merah yang Tersendat? Drama Politik Menuju Kursi Ketua Golkar Kabupaten Kupang

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:54

Menahan Kelahiran, Menahan Kehidupan

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:49

Jejak Budaya di Bawah Langit Uisneno

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:19

Belajar Sejarah Langsung dari Sumbernya, Murid Kelas 6 SD I Nekmese Kunjungi Museum Negeri Kupang

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:10

Golkar Kabupaten Kupang Diuji Soal Kesetiaan dan Keadilan, 7 PAC Tantang Arus Besar Pohon Beringin

Berita Terbaru

Gambar ilustrasi: ChatGPT

Budaya

Menahan Kelahiran, Menahan Kehidupan

Jumat, 5 Jun 2026 - 08:54

Rombongan Verifikator & produk tais Amarasi; ft: Ansel

Budaya

Jejak Budaya di Bawah Langit Uisneno

Kamis, 4 Jun 2026 - 23:49

Konten tidak bisa disalin.