Belajar Bahasa Daerah

Selasa, 17 Januari 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Amarasi Raya, cmbnews.id/, Hore tua! Kalimat pendek dalam bahasa Amarasi ini sesungguhnya sudah amat kuno sehingga tidak dikenal/diketahui lagi oleh orang Aamarasi sendiri dewasa ini. Nah, bagaimana orang Amarasi memberi salam ketika mereka belum mengenal bahasa pengantar yang umum? Misalnya bahasa Melayu; Melayu Kupang dan Bahasa Indonesia.

Menelisik perkembangan berbahasa pada banyak etnis di Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Timur, rasanya bahasa-bahasa daerah (bahasa lokal) milik etnis (sudah) mulai ditinggalkan. Orang (misalnya) di kota Kupang dan kota-kota kabupaten, kota kecamatan bahkan sampai ke kampung-kampung, mereka menggunakan bahasa Melayu Kupang (MK) yang katanya Bahasa Indonesia (BI). Padahal, BI tidak mengenal beta, sonde, lu, karmana, sapa, ba-bae ko? dan lain-lain. Segelincir kata-kata di atas adalah khas orang Kupang yang sudah menjadi virus sehingga orang di pedesaan pun kehilangan bahasa sendiri.

Menyikapi akan ancaman punahnya bahasa daerah, beberapa lembaga seperti Kantor Bahasa Provinsi NTT mempunyai program untuk pelestarian bahasa daerah. Kantor ini terletak di Jalan El Tari Kota Kupang. Satu lagi lembaga yaitu Unit Bahasa dan Budaya (GMIT) Kupang; yang bekerja untuk pelestarian bahasa daerah dengan memprioritaskan pada penerjemahan Alkitab, khususnya Perjanjian Baru serta produk-produk bacaan muatan pendidikan lokal dan lain-lain yang semuanya dalam bahasa daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kini lahir satu wadah yang disebut Lembaga Pendamping Pendidikan yang berkantor di Jalan Yupiter 2 No. 1 Oe’sapa’ Selatan Kota Kupang. LPP Inadae, begitu namanya. Salah satu kegiatannya adalah menyelenggarakan kursus bahasa daerah (KBD) Di tempat ini para peserta kursus akan dibekali bahasa daerah sesuai minatnya.

LPP Inadae sedang mempersiapkan diri untuk segera melepas (launcing) program ini untuk diketahui publik, dan tentu berharap bahwa ada peminat, khususnya kaum muda, terlebih mahasiswa yang kelak akan menjadi pemimpin di masa depan yang pasti akan ke desa-desa di pedalaman Timor, Rote, Sabu, Flores, Tribuana Alor, dan Sumba.

Sampai dengan ditulisnya artikel ini, sudah 60 calon peserta kursus mendaftarkan diri. Anda berminat? Hubungi LPP Inadae di Jalan Yupiter 2 No. 1, Oe’sapa’ Selatan Kota Kupang. On re’ naan, tua. Uisneno nok kit. In nasanut ma nanebet pinis-oetenes neu kit arkit.

Penulis : Heronimus Bani

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kerja Keras Tanpa Batas: Maruarar Sirait Wujudkan Sila Kelima di Sektor Perumahan
JEJAK BATU DI JALAN GELAP: Ketika Pengeroyokan Menghapus Masa Depan Seorang Sopir dan Hukum Jalan di Tempat
CATATAN REDAKSI: Bore Pile, Solusi Serius Krisis Infrastruktur dan Longsor Ekstrim di Amfoang Tengah
Rico Nitti dan Jalan Sunyi Anak Muda Menjaga Kepercayaan, Bertumbuh dari Tantangan
Reputasi Pengusaha Rico Nitti Diuji, Integritas di Atas Segalanya, Kepercayaan Mitra di Garda Utama
Integritas Bupati Kupang dan Prinsip Praduga Tak Bersalah dalam Negara Hukum
Shirley Manutede Langkah Syahdu Nan Mematikan, Kejaksaan Konsisten Bantai Koruptor 
Menimbang Pasal 406 KUHP dalam Perspektif Negara Hukum, Kepastian Konstitusional, dan Doktrin Pemidanaan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 04:56

Kerja Keras Tanpa Batas: Maruarar Sirait Wujudkan Sila Kelima di Sektor Perumahan

Minggu, 5 April 2026 - 03:00

JEJAK BATU DI JALAN GELAP: Ketika Pengeroyokan Menghapus Masa Depan Seorang Sopir dan Hukum Jalan di Tempat

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:23

CATATAN REDAKSI: Bore Pile, Solusi Serius Krisis Infrastruktur dan Longsor Ekstrim di Amfoang Tengah

Minggu, 8 Maret 2026 - 02:54

Rico Nitti dan Jalan Sunyi Anak Muda Menjaga Kepercayaan, Bertumbuh dari Tantangan

Sabtu, 7 Maret 2026 - 04:02

Reputasi Pengusaha Rico Nitti Diuji, Integritas di Atas Segalanya, Kepercayaan Mitra di Garda Utama

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.