Evakuasi hingga Pemulihan, Langkah Cepat Pemprov NTT untuk Panti Holy Angel

Kamis, 14 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tempat penampungan sementara bagi penghuni Panti Asuhan Holy Angel.

Tempat penampungan sementara bagi penghuni Panti Asuhan Holy Angel.

KUPANG,- Langit Kota Kupang belum benar-benar gelap ketika kepulan asap hitam membumbung dari kawasan Kelurahan Naikoten I, Rabu sore, 13 Mei 2026. Kepanikan pecah di lingkungan sekitar Panti Asuhan Holy Angel. Warga berlarian, sebagian membawa ember, sebagian lagi berusaha menyelamatkan anak-anak yang masih berada di dalam bangunan panti yang perlahan dilalap api.

Dalam situasi mencekam itu, teriakan demi teriakan terdengar saling bersahutan. Warga sekitar bersama para pengasuh bahu-membahu mengevakuasi penghuni panti sebelum kobaran api membesar. Sebanyak 19 anak dan dua suster pengasuh berhasil diselamatkan. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.

Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada meteran listrik panti. Api dengan cepat menjalar ke seluruh bagian bangunan permanen, diperparah oleh angin kencang yang membuat kobaran sulit dikendalikan. Dalam hitungan waktu, bangunan yang selama ini menjadi rumah bagi anak-anak yatim dan terlantar itu hangus terbakar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah situasi darurat tersebut, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bergerak cepat. Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena langsung memerintahkan agar seluruh penghuni Panti Asuhan Holy Angel dipindahkan sementara ke Balai Diklat Dinas Sosial Provinsi NTT.

“Sejak sore hingga malam tadi sudah dilakukan pemindahan untuk seluruh penghuni ke Dinas Sosial NTT,” ujar Gubernur Melki.

Perintah cepat itu menjadi bentuk respons tanggap darurat Pemerintah Provinsi NTT untuk memastikan anak-anak penghuni panti tetap mendapatkan tempat tinggal yang aman dan layak. Pemerintah tidak ingin para penghuni panti mengalami trauma berkepanjangan akibat kehilangan tempat tinggal secara mendadak.

Gubernur Melki mengatakan dirinya menerima laporan langsung dari Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Flori Rita Wuisan. Setelah menerima laporan tersebut, koordinasi segera dilakukan bersama Pemerintah Kota Kupang guna memastikan seluruh proses evakuasi berjalan aman dan tertib.

Tidak hanya menyediakan tempat penampungan sementara, Pemerintah Provinsi NTT bersama Pemerintah Kota Kupang juga memastikan kebutuhan logistik para penghuni panti tetap terpenuhi. Mulai dari makanan, kebutuhan harian, hingga fasilitas dasar lainnya akan menjadi tanggung jawab bersama selama masa penampungan berlangsung.

Bagi Pemerintah Provinsi NTT, keselamatan dan masa depan anak-anak penghuni panti menjadi prioritas utama. Karena itu, Gubernur Melki menegaskan bahwa pemerintah akan memastikan aktivitas pendidikan dan kehidupan sehari-hari anak-anak tetap berjalan normal meski sedang berada di tempat pengungsian sementara.

“Kami berharap agar seluruh anak-anak beserta para pengasuh bisa menjalankan kehidupan dengan baik di tempat sementara ini,” katanya.

Di balik musibah yang menghanguskan bangunan panti tersebut, terlihat kuatnya solidaritas masyarakat dan kesigapan pemerintah daerah. Respons cepat yang dilakukan menjadi penegasan bahwa negara hadir ketika masyarakat menghadapi situasi sulit, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan perlindungan.

Pemerintah Provinsi NTT juga memastikan tidak berhenti pada penanganan darurat semata. Dalam waktu dekat, komunikasi dengan berbagai pihak akan segera dibangun, baik di tingkat daerah, nasional, hingga pemerintah pusat untuk mencari solusi pemulihan dan pembangunan kembali Panti Asuhan Holy Angel.

Langkah itu menjadi harapan baru bagi anak-anak penghuni panti. Di tengah abu sisa kebakaran, pemerintah berupaya memastikan bahwa mereka tidak kehilangan masa depan.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Agustinus Tae dan Kuasa Hukum Serahkan Bukti ke Polisi soal Muskot PBVSI Kota Kupang
Mesin Perahu dari Usman Husin Jadi Jawaban Aspirasi Nelayan Sumba Timur
Usman Husin Temui Bupati Sumba Timur, Dorong Penguatan Pertanian dan Serahkan Bantuan Alsintan
UDN dan Jurnalis Bangun Ruang Belajar Bersama, Dari Kualitas Berita hingga Isu Kelompok Rentan
Bupati Falen Kebo Apresiasi Blue Ocean Salt, Investasi Pantura TTU Masuk Tahap Pelaksanaan
Dukungan Penuh Daniel Taimenas Perluas Akses KUR Bank NTT bagi UMKM
Soal Keberatan Tiga Anggota DPRD TTU, Egiardus Bana Desak BK Berpedoman pada UU 30/2014
Silaturahmi Bawaslu dan PKB Kabupaten Kupang, Sinergi Menuju Tahapan Pemilu

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:12

Agustinus Tae dan Kuasa Hukum Serahkan Bukti ke Polisi soal Muskot PBVSI Kota Kupang

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:03

Mesin Perahu dari Usman Husin Jadi Jawaban Aspirasi Nelayan Sumba Timur

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:53

Usman Husin Temui Bupati Sumba Timur, Dorong Penguatan Pertanian dan Serahkan Bantuan Alsintan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:40

UDN dan Jurnalis Bangun Ruang Belajar Bersama, Dari Kualitas Berita hingga Isu Kelompok Rentan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:37

Bupati Falen Kebo Apresiasi Blue Ocean Salt, Investasi Pantura TTU Masuk Tahap Pelaksanaan

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.