Cincin emas simbol ketulusan cinta dan kebersamaan

Sabtu, 9 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menyematkan cincin pada Sahabat; foto; SD N Loemanu

Menyematkan cincin pada Sahabat; foto; SD N Loemanu

Serah terima jabatan kepala sekolah di SDN Leomanu berlangsung penuh haru. Momen tersebut terjadi pada Jumat (8/5) dan tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga menghadirkan kenangan panjang tentang perjuangan dan kebersamaan para guru selama hampir sembilan tahun terakhir.

Dalam acara yang digelar secara sederhana itu, mantan kepala sekolah mengenang perjalanan sejak pertama kali dipercaya memimpin SDN Leomanu pada tahun 2017. Saat itu, kondisi sekolah masih jauh dari memadai. Sejumlah bangunan berada dalam kondisi darurat, fasilitas terbatas, dan berbagai persoalan harus dihadapi dengan segala keterbatasan yang ada.

Namun demikian, keterbatasan tersebut justru mempererat hubungan antarguru. Kebersamaan tumbuh melalui berbagai pengalaman sehari-hari, mulai dari mempersiapkan kegiatan sekolah hingga menghadapi tantangan di lapangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kadang satu keluarga tidak lahir dari hubungan darah, melainkan dari perjuangan dan ketulusan yang dijalani bersama.”

Kenangan sederhana menjadi bagian yang paling membekas dalam perjalanan itu. Para guru pernah kehujanan saat menyiapkan kegiatan mengajar-belajar di sekolah dan bersama-sama menyelamatkan meja serta kursi sambil bercanda. Dalam kesempatan lain, rapat sekolah yang semula berlangsung serius berubah menjadi penuh tawa karena candaan kecil yang mencairkan suasana.

Pada acara perpisahan tersebut, para guru memberikan sebentuk cincin emas sebagai cendera mata. Pemberian itu membuat suasana semakin emosional. Air mata haru pun tidak dapat dibendung.

Cincin emas tersebut dinilai bukan sekadar perhiasan, melainkan simbol penghargaan atas perjalanan panjang yang telah dilalui bersama. Bagi penerimanya, cincin itu menjadi lambang ketulusan, persaudaraan, dan kebersamaan yang akan terus dikenang.

Di hadapan rekan-rekan guru, kenangan selama memimpin SDN Leomanu kembali terbayang. Ada rekan yang setia mendampingi dalam berbagai kesulitan, ada yang selalu hadir membantu tanpa banyak bicara, dan ada pula yang menghadirkan semangat melalui tawa sederhana di tengah keterbatasan.

“Waktu dapat memisahkan langkah, tetapi kenangan tentang ketulusan akan selalu tinggal di hati.”

Ucapan terima kasih dan permohonan maaf turut disampaikan kepada seluruh guru SDN Leomanu yang selama ini telah berjalan bersama dalam suka dan duka. Meskipun jabatan telah berakhir, ikatan emosional dan rasa cinta terhadap sekolah tersebut diakui tidak akan pernah hilang.

Peristiwa itu menjadi pengingat bahwa dalam dunia pendidikan, pengabdian bukan hanya tentang jabatan dan tanggung jawab, melainkan juga tentang hubungan kemanusiaan yang tumbuh melalui perjuangan bersama.

Penulis: Arni Chus Loit
Editor: Heronimus Bani

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketika singa hanya mencari makan, tetapi manusia mencari mangsa
Membongkar Budaya Diam pada Murid Sekolah Dasar
KoMBAD dalam Literasi Awal Murid Kelas 1 dan 2 Sekolah Dasar
Ruang Kelas: Laboratorium Peradaban
ITB Hadirkan Alat Monitoring Lingkungan di Batnun
Fetof~Naof: Perempuan di Depan Kata, Laki-laki Dalam Struktur
Sungai yang Mengajari Kami Pulang
1.300 Karya Disaring, Siswi SMKN 4 Kupang Masuk Sembilan Besar Kompetisi Pidato AHY Muda

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 03:49

Ketika singa hanya mencari makan, tetapi manusia mencari mangsa

Senin, 21 September 2026 - 05:21

Membongkar Budaya Diam pada Murid Sekolah Dasar

Kamis, 17 September 2026 - 04:49

KoMBAD dalam Literasi Awal Murid Kelas 1 dan 2 Sekolah Dasar

Kamis, 17 September 2026 - 04:28

Ruang Kelas: Laboratorium Peradaban

Selasa, 15 September 2026 - 10:21

ITB Hadirkan Alat Monitoring Lingkungan di Batnun

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.