Belajar dari Pemberitaan Media

Kamis, 2 Maret 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pak Guru:“Siapa yang menonton televisi kemarin?”
Siswa: “Saya, Pak!”
Pak Guru:“Apa yang kamu ketahui dari pemberitaan di televisi?”
Siswa: “Raja Salman tiba di Indonesia, pak!”
Pak Guru: “Bagus, berapa lama ia berkunjung di Indonesia?”
Siswa: “Sembilan hari, pak!”
Pak guru: “Bagus! Saya pastikan kamu telah menonton berita yang memberitakan peristiwa bersejarah yaitu kunjungan raja Arab Saudi ke Indonesia. Kunjungan ini disebut bersejarah karena raja Arab Saudi sebagai kepala negara yang datang sebelumnya adalah terjadi pada 47 tahun yang lalu.”

Dialog guru dan siswa itu terjadi di ruang kelas VI tempat dimana saya mengabdi di SD Pedesaan pedalaman Timor. Sesungguhnya saya mengetahui bahwa anak-anak di pedalaman seringkali tidak berani menyatakan pendapat di dalam kelas, sekalipun mereka mengetahui atau sedikit mengetahui. Mereka kuatir kalau-kalau pendapatnya keliru atau bahkan salah. Hal itu sering terjadi. Namun, bila mereka mengetahuinya dari pemberitaan, baik melalui media televisi, mendengarkan siara radio, atau sering sekali saya memberikan surat kabar untuk dibaca. Kesempatan itu mereka gunakan untuk mengetahui banyak hal. Sangat sering saya meminta para siswa untuk menulis laporan-laporan.

Hari ini (02/03/17) saya hendak memprosesbelajarkan materi tentang Globalisasi. Momentum kedatangan raja Salman saya bawa dalam percakapan itu. Kemudian saya jadikan latar untuk masuk dalam proses pembelajaran untuk materi tentang Globalisasi.

Itulah sepenggal pengalaman proses pembelajaran yang memancing dan menghidupan siswa dari pengalaman nyatanya.

Heronimus Bani

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kerja Keras Tanpa Batas: Maruarar Sirait Wujudkan Sila Kelima di Sektor Perumahan
Menembus Batas Desa: Asten Bait Nyalakan Asa Pendidikan di Pelosok
Bupati Kupang Lepas Alumni Pejuang Digital: Misi Sunyi Kelas Konvensional ke Smart School
JEJAK BATU DI JALAN GELAP: Ketika Pengeroyokan Menghapus Masa Depan Seorang Sopir dan Hukum Jalan di Tempat
BP IKIF 2026-2027 Dilantik, Semangat Membangun Fatuleu Menggema dari Ekateta
Asten Bait Motivasi Siswa SMA di Amarasi Barat: Pendidikan Jadi Kunci Masa Depan Generasi Kupang
CATATAN REDAKSI: Bore Pile, Solusi Serius Krisis Infrastruktur dan Longsor Ekstrim di Amfoang Tengah
Rico Nitti dan Jalan Sunyi Anak Muda Menjaga Kepercayaan, Bertumbuh dari Tantangan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 04:56

Kerja Keras Tanpa Batas: Maruarar Sirait Wujudkan Sila Kelima di Sektor Perumahan

Selasa, 14 April 2026 - 12:06

Menembus Batas Desa: Asten Bait Nyalakan Asa Pendidikan di Pelosok

Selasa, 7 April 2026 - 14:06

Bupati Kupang Lepas Alumni Pejuang Digital: Misi Sunyi Kelas Konvensional ke Smart School

Minggu, 5 April 2026 - 03:00

JEJAK BATU DI JALAN GELAP: Ketika Pengeroyokan Menghapus Masa Depan Seorang Sopir dan Hukum Jalan di Tempat

Rabu, 1 April 2026 - 18:41

BP IKIF 2026-2027 Dilantik, Semangat Membangun Fatuleu Menggema dari Ekateta

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.