Lebih dari Pemenang

Kamis, 14 Desember 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

lebih dari pemenang

lebih dari pemenang

Renungan Pagi: Lebih dari Pemenang

Tetapi dalam semuanya itu kita lebih daripada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.(Roma 8 : 37)

Jatuh memang menyebabkan sakit, tetapi janganlah melihat bagaimana bisa jatuh. Pikirkan cara untuk bangkit. Tuhan tidak melihat seberapa jauh dan dalam kita jatuh, tetapi Ia melihat kesungguhan kita untuk bangkit dari kejatuhan itu.

Hidup ini satu perjuangan, berjuang melawan 3 musuh besar seumur hidup.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

  1. Dunia. Dunia dengan segala macam penawaran seperti yang tertulis dalam 1 Yohanis 2:15-17, “Janganglah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan kenginginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi oang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.”
  2. Keinginan daging. Keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh seperti yang tertulis dalam Galatia 5:19-21; “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu – seperti  yang kubuat dahulu – bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Hidup dalam kedagingan membuat kita tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
  3. Iblis. 1 Petrus 5:8, mengingatkan kita untuk sadar dan berjaga-jaga. “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat dimangsanya/ditelannya.” Terkadang Iblispun menyamar menjadi malaikat terang. 2 Korintus 11:14

Dalam kehidupan ini, agar kita bisa menjadi permenang – kita harus memiliki karakter pemenang. Karakter pemenang

  • Hidup dipenuhi Roh (Roma 8:1-17)
  • Jadian Yesus Sumber Pengharapan (Ibrani 6:19)
  • Miliki Mental Pemenang Sejati

Bagaimana memiliki mental pemenang sejati?

pemenang
  • Mereka yang mengizinkan Allah terus berada di pihaknya. Setiap kita mengizinkan Allah di pihak kita, maka siapapun tidak akan mampu melawan kita, bahkan Iblis sekalipun.
  • Yakinlah bahwa Allah menyediakan yang terbaik
  • Yakinlah bahwa Allah memilih dan membenarkan
  • Yakinlah bahwa Allah menjadi Pembela
  • Yakinlah bahwa Allah menjadikan kita Pemenang
  • Berimanlah secara teguh, karena dengan itu kita tidak dapat dipisahkan dari Kristus

Tetaplah bersemangat untuk terus menjalani hari ini sebagai lebih dari pemenang.

 

Sent by : Ev. Yekiel Langmai

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kerja Keras Tanpa Batas: Maruarar Sirait Wujudkan Sila Kelima di Sektor Perumahan
Menembus Batas Desa: Asten Bait Nyalakan Asa Pendidikan di Pelosok
Bupati Kupang Lepas Alumni Pejuang Digital: Misi Sunyi Kelas Konvensional ke Smart School
JEJAK BATU DI JALAN GELAP: Ketika Pengeroyokan Menghapus Masa Depan Seorang Sopir dan Hukum Jalan di Tempat
BP IKIF 2026-2027 Dilantik, Semangat Membangun Fatuleu Menggema dari Ekateta
Asten Bait Motivasi Siswa SMA di Amarasi Barat: Pendidikan Jadi Kunci Masa Depan Generasi Kupang
CATATAN REDAKSI: Bore Pile, Solusi Serius Krisis Infrastruktur dan Longsor Ekstrim di Amfoang Tengah
Rico Nitti dan Jalan Sunyi Anak Muda Menjaga Kepercayaan, Bertumbuh dari Tantangan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 04:56

Kerja Keras Tanpa Batas: Maruarar Sirait Wujudkan Sila Kelima di Sektor Perumahan

Selasa, 14 April 2026 - 12:06

Menembus Batas Desa: Asten Bait Nyalakan Asa Pendidikan di Pelosok

Selasa, 7 April 2026 - 14:06

Bupati Kupang Lepas Alumni Pejuang Digital: Misi Sunyi Kelas Konvensional ke Smart School

Minggu, 5 April 2026 - 03:00

JEJAK BATU DI JALAN GELAP: Ketika Pengeroyokan Menghapus Masa Depan Seorang Sopir dan Hukum Jalan di Tempat

Rabu, 1 April 2026 - 18:41

BP IKIF 2026-2027 Dilantik, Semangat Membangun Fatuleu Menggema dari Ekateta

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.