Sahraen di Selatan Amarasi Selatan

Rabu, 18 Oktober 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sahraen di Selatan Amarasi  Selatan

Desa Sahraen, desa paling selatan di Kecamatan Amarasi Selatan. Menyebut tiga batu tungku dalam bidang kerja pemerintah kabupaten Kupang seperti: Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan. Banyak item di dalam ketiga hal itu yang biansanya sangat nampak di permukaan; pendidikan dan kesehatan. Di sana ada bangunan sekolah dan segala yang berhubungan dengan pendidikan; guru, siswa, sumber-sumber belajar dan lain-lain. Selanjutnya, di sana ada proses pembelajaran.

Sektor kesehatan misalnya, ada Posyandu, Pustu atau Puskesmas. Sebagaimana hal pendidikan, ada berbagai aktivitas di dalamnya yang berhubungan dengan bidang kerja itu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Sahraen, terdapat 5 unit sekolah yaitu: SD Negeri Sahraen, SD Inpres Sahraen, SD Negeri Tarba, SMP Kristen Sahraen, SMP Negeri 2 Amarasi Selatan, SMA Negeri 3 Amarasi Selatan.

Di SD Negeri Sahraen ada 180 siswa, yang menyebar di Kelas I, 20 siswa; Kelas II, 32 siswa; Kelas III, 34 siswa; Kelas IV, 32 siswa, Kelas V, 32 siswa, dan Kelas VI, 32 siswa.

Menariknya, di SD Negeri Sahraen (di Oeko’u) yang berbatasan dengan desa Erbaun di Kecamatan Amarasi Barat. Kuan Hauso’it dan Haufeto yang jauh dari pusat desa Erbaun, para orang tua mengirim anak-anak mereka untuk bersekolah di SD Negeri Sahraen.

Di SD Negeri Sahraen personil guru dan tenaga kependidikan, Guru PNS, 6 orang; Tenaga Kependidikan/Administrasi PNS, 1 orang; dan 4 orang tenaga honorer.

Sementara SD Inpres Sahraen se-atap dengan SMP Negeri 02 Amarasi Selatan (di Ruakato’); Menurut N. Runesi, S.Pd; Kepala UPT Dinas P & K Kecamatan Amarasi Selatan, dan Kepala SD N Sahraen, Lambert Timu, unit sekolah ini cukup tua, karena dahulunya bernama SD GMIT Ruakato’.

SD Negeri Tarba, terletak di bibir pantai selatan. Unit sekolah ini jumlah siswanya sebanyak 50 orang. Sekolah ini disebut sebagai SD Kecil.

Ada harapan, banyaknya lembaga pendidikan di Sahraen, baik TK, SD, SMP maupun SMA, dan bahkan SMK terdekat yaitu di desa Retraen. Lembaga-lembaga pendidikan ini akan memberi dampak pada masyarakat penggunanya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kerja Keras Tanpa Batas: Maruarar Sirait Wujudkan Sila Kelima di Sektor Perumahan
Menembus Batas Desa: Asten Bait Nyalakan Asa Pendidikan di Pelosok
Bupati Kupang Lepas Alumni Pejuang Digital: Misi Sunyi Kelas Konvensional ke Smart School
JEJAK BATU DI JALAN GELAP: Ketika Pengeroyokan Menghapus Masa Depan Seorang Sopir dan Hukum Jalan di Tempat
BP IKIF 2026-2027 Dilantik, Semangat Membangun Fatuleu Menggema dari Ekateta
Asten Bait Motivasi Siswa SMA di Amarasi Barat: Pendidikan Jadi Kunci Masa Depan Generasi Kupang
CATATAN REDAKSI: Bore Pile, Solusi Serius Krisis Infrastruktur dan Longsor Ekstrim di Amfoang Tengah
Rico Nitti dan Jalan Sunyi Anak Muda Menjaga Kepercayaan, Bertumbuh dari Tantangan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 04:56

Kerja Keras Tanpa Batas: Maruarar Sirait Wujudkan Sila Kelima di Sektor Perumahan

Selasa, 14 April 2026 - 12:06

Menembus Batas Desa: Asten Bait Nyalakan Asa Pendidikan di Pelosok

Selasa, 7 April 2026 - 14:06

Bupati Kupang Lepas Alumni Pejuang Digital: Misi Sunyi Kelas Konvensional ke Smart School

Minggu, 5 April 2026 - 03:00

JEJAK BATU DI JALAN GELAP: Ketika Pengeroyokan Menghapus Masa Depan Seorang Sopir dan Hukum Jalan di Tempat

Rabu, 1 April 2026 - 18:41

BP IKIF 2026-2027 Dilantik, Semangat Membangun Fatuleu Menggema dari Ekateta

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.