Supersemar

Sabtu, 12 Maret 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto Roni-Bani-128x100
By Heronimus Bani

Mungkin masih banyak yang ingat dan sebagian orang sudah lupa, (atau ??) bahwa NKRI pernah mempunyai satu dokumen mahasakti, supersemar~surat perintah sebelas maret. Surat mahasakti itu menjadi senjata ampuh di tangah Soeharto, yang pada akhirnya dapat “menumpas” suatu gerakan yang didalangi PKI, bahkan kemudian membubarkan PKI, partai yang masuk 5 besar dalam pemilu 1955. Soeharto kemudian “mengubur” ideologi itu dalam-dalam di dasar tak berdasar agar hilang selamanya. Sayangnya yang disebut ide~ideologi sangat tidak mungkin untuk dikuburkan, justru ia dapat menjadi laten.
Kewenangan pun beralih dari Presiden Soekarno kepada Pemegang Mandat Supersemar. Melalui Sidang MPRS, pemegang supersemar mendapat tugas sebagai Penjabat Presiden yang kemudian terus dipegang oleh Soeharto sejak 1968 – 1998. Sungguh suatu perjalanan waktu yang panjang dimana kekuasaan benar-benar berada di tangan yang kuat.
Hari ini Supersemar yang misterius itu mencapai usia emasnya (50 tahun). Kemisteriusan supersemar akan terus diperdebatkan oleh para sejarawan dan pemerhati sejarah. Sementara di lingkungan pendidikan, porsi mata pelajaran sejarah justru semakin kecil, jika kita tidak mau mengatakan sedang dikecilkan.

Salah satu versi Teks Supersemar (Sumber: Wikipedia.org.id)
Salah satu versi Teks Supersemar (Sumber: Wikipedia.org.id)

Facebook Comments Box

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Stevano dan Perjuangan Menjaga Mimpi Anak-Anak Sumba Timur
Estafet Kepemimpinan HIMARASI Berlanjut, Pesan Ary Buraen Dibawa Spirit “Im Tabua Tafena Amarasi”
KKJ NTT dan AJI Kupang Bersuara: Bildad Tonak Diantara Pemberitaan dan Penghakiman
Anatomi Problematika Pendidikan Dasar di Indonesia
Di Antara Sawah dan Laut Ada Nama Usman Husin, Politik yang Menyapa dari Pintu Rumah Rakyat
Merawat Jiwa Bangsa di Panggung Kemerdekaan
Tak Sekadar Wakil Rakyat, Usman Husin Menjadi Jembatan Pendidikan bagi Generasi NTT
Ketika PLT Ikut Bertanding: Dugaan Pelanggaran Etika Organisasi dalam Musda Golkar Kabupaten Kupang

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:35

Stevano dan Perjuangan Menjaga Mimpi Anak-Anak Sumba Timur

Minggu, 9 Agustus 2026 - 03:30

Estafet Kepemimpinan HIMARASI Berlanjut, Pesan Ary Buraen Dibawa Spirit “Im Tabua Tafena Amarasi”

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 02:48

Anatomi Problematika Pendidikan Dasar di Indonesia

Jumat, 31 Juli 2026 - 04:15

Di Antara Sawah dan Laut Ada Nama Usman Husin, Politik yang Menyapa dari Pintu Rumah Rakyat

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:01

Merawat Jiwa Bangsa di Panggung Kemerdekaan

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.